TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan akan melakukan pergantian sejumlah menteri atau reshuffle pada awal 2013 setelah mendapatkan hasil evaluasi kementerian sepanjang 2012 dari Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).
Peniliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris, mengatakan, bila Presiden SBY ingin mengukir prestasi baik sepanjang kepemimpinannya, maka sudah sepatutnya melakukan pergantian menteri yang berkinerja buruk.
"Kalau Pak SBY mau meninggalkan nama baik atau meninggalkan tinta emas, ya mau enggak mau, anggota kabinet yang kinerjanya jelek ya dicopot saja," ujar Syamsuddin saat ditemui Tribunnews.com di Cikini, Jakarta, Sabtu (29/12/2012).
Menurut Syamsuddin, Presiden SBY tidak perlu mempertimbangkan lagi dengan partai mana berkoalisi. "Dari pada tidak sama sekali. Sepanjang reshuffle itu tidak bersifat politis, tapi kinerja," tandasnya.
Ia mengatakan, bila Presiden SBY benar-benar ingin meningkatkan kualitas kinerja pemerintahannya, maka semestinya tidak hanya posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang dilakukkan pergantian.
"Tapi (pergantian untuk) kabinet yang kinerjanya tidak maksimal ya juga ikut. Yang tahu itu adalah UKP4," ujarnya.
Salah satu faktor yang bisa dijadikan dasar seorang menteri berkinerja buruk, yakni ketidakmampuan menyerap anggaran APBN yang sudah didapatkan kementeriannya.
"Teman-teman Fitra (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran) mengutarakan ada enam kementerian dengan daya serap APBN kurang dari 20 persen, gila apa!" ujarnya.
Baca tanpa iklan