News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Presiden PKS Terlibat Suap

PKS: Ahmad Fathanah Mengaku Dekat Luthfi untuk Cari Proyek

Penulis: Ferdinand Waskita
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq dijemput penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Kantor DPP PKS di Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2013) malam. KPK menetapkan Luthfi Hasan Ishaaq menjadi tersangka, karena diduga menerima suap terkait impor daging sapi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan seseorang yang bernama Ahmad Fathanah.

Ahmad diduga kuat sebagai orang dekat Presiden Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Politisi PKS Refrizal mengaku tidak mengenal Ahmad. Ia pun telah bertanya kepada Kepala Poksi IV yang  membidangi pertanian dan peternakan.

Setelah bertanya dengan Kapoksi, Anggota Komisi VI menjelaskan, memang ada seseorang yang bernama Ahmad Fathanah. Ahmad dikenal sebagai orang yang kerap mendatangi Komisi IV dan mengaku dekat dengan Lutfi Hasan Ishaaq.

"Saya tanya kapoksi IV, dia menjawab, orang ini mengaku dekat dengan Luthfi, ujung-ujungnya nyari proyek," kata Refrizal di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (31/1/2013).

Namun, Refrizal enggan berkomentar apakah pihaknya sudah melakukan konfirmasi kepada Presiden PKS, bahwa ada seseorang yang mengaku kenal dengan Lutfhi untuk minta proyek.

Refrizal menegaskan, tidak ada seorang staf dan asisten pribadi yang bernama Ahmad Fathanah. Menurut Refrizal, Ahmad bukanlah kader PKS.

"Dia (Fathanah) bukan staf khusus atau aspri (asisten pribadi)-nya Luthfi, kalau staf khusus pasti kader PKS. Enggak akan dilepas Presiden PKS, kok stafnya bukan kader PKS. Enggak akan terseleksi lah," imbuhnya.

Refrizal menuturkan, tak ada kader PKS yang mengenalnya.

"PKS tidak mengenal orang itu, apalagi dengan perempuan yang katanya cantik, mahasiswi, muda lagi," cetusnya. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini