News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Presiden PKS Baru

Luthfi Ditahan, PKS Keluar dari Koalisi ?

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden baru Partai Keadilan Sejahtera (PKS), M Anis Matta memberikan pidato politiknya di Kantor DPP PKS, Jakarta, Jumat (1/2/2013). Mantan Sekjen PKS ini diangkat menjadi Presiden PKS, setelah Presiden terdahulu, Luthfi Hasan Ishaaq ditahan KPK karena diduga terlibat korupsi. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyebut penahanan Luthfi Hasan Ishaaq bagian dari sebuah konspirasi. Demikian disampaikan Presiden PKS Anis Matta dalam jumpa pers di Kantor DPP PKS, Jakarta, Jumat (1/2/2013).

"Saya tidak ingin melawan KPK, tapi yang kami lawan adalah otoritas yang bersifat tirani," kata Anis.

Meskipun PKS merasa adanya konspirasi dari kasus tersebut, Anis menyebutkan pihaknya masih memikirkan untuk keluar dari sekretaris gabungan (Setgab). Meskipun, usulan dari pengurus banyak yang meminta penarikan menteri dari Kabinet Indonesia Jilid II usai peristiwa tersebut.

"Banyak usulan dari pengurus menarik menteri setelah kejadian ini. Tapi kita belum mengambil keputusan apa-apa soal itu dan belum dibahas secara mendalam," kata Anis.

Menurut Anis mundurnya PKS dari Setgab merupakan domain majelis syuro. Namun, ia menegaskan bahwa rencana tersebut belum dibahas. "Tetapi suara itu kencang berhembus setelah peristiwa ini. Keputusannya akan dilakukan dalam waktu yang akan datang," ujarnya.

Mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan pihaknya belum melakukan keputusan apakah keluar dari koalisi atau tidak.

"Kalau keluarnya kita karena penangkapan itu, maka seolah-olah ada tuduhan bahwa penetapan beliau, ada konspirasi oleh koalisi," kata Hidayat.

Padahal, ujar Hidayat, pihaknya tidak pernah menuduh pihak lain terkait peristiwa tersebut.

"Kalau mungkin kami akan mencabut kader-kader kami dari koalisi saya yakin ada alasan yang rasional dan akan diputuskan kemungkinan," imbuh Hidayat.

Lalu seberapa besar tekanan untuk keluar dari koalisi ?

"Bisa besar, bisa kecil, tergantung kondisi politik nanti. Besar kecilnya tergantung pada majelis syuro," tukasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini