News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Presiden PKS Baru

Hidayat Sebutkan Pendanaan PKS

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang baru, Muhammad Anis Matta bersalaman dengan Ketua Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid seusai konferensi pers di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2013). Muhammad Anis Matta terpilih menjadi presiden baru PKS menggantikan Luthfi Hasan Ishaaq yang mengundurkan diri setelah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap impor daging sapi. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penahanan Luthfi Hasan Ishaaq oleh KPK membuat PKS tercoreng. Luthfi merupakan mantan Presiden PKS yang diduga terkait kasus suap daging sapi impor.

Sejumlah pihak menduga uang suap kepada Luthfi itu digunakan untuk kas partai. Namun Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid membantahnya. Ia mengatakan dana partai salah satunya melalui iuran anggota DPR dan DPRD.

"Iuran Rp 20 juta, dari gaji kita, Rp 20 juta untuk partai minimal," kata Hidayat di Kantor DPP PKS, Jakarta, Jumat (1/2/2013).

Selain itu setiap anggota masih dikenakan Rp 2 juta untuk kas fraksi. Mantan Presiden PKS itu mengatakan terdapat pula iuran anggota perbulan yang jumlahnya variatif.

"Tergantung anggotanya sekitar 4 persen dari penghasilan bersih," tuturnya.

Ia juga mengatakan UU Parpol menyatakan partai dapat menerima hibah dari perseorangan dan partai.

"Itulah sumber keuangan partai," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini