News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Presiden PKS Baru

Pengamat Tak Yakin PKS Bakal Mundur dari Koalisi

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang baru, Muhammad Anis Matta memberikan pidato politiknya dalam konferensi pers di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2013). Muhammad Anis Matta terpilih menjadi presiden baru PKS menggantikan Luthfi Hasan Ishaaq yang mengundurkan diri setelah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap impor daging sapi. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik Burhanudin Muhtadi tidak yakin Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan keluar dari Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi, yang merupakan kumpulan enam parpol pendukung pemerintah.

Apalagi, dorongan keluar itu sempat terlontar dari beberapa elit partai menanggapi kasus penetapan tersangka mantan presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq.

"Saya sendiri masih kurang yakin kalau PKS mundur dari koalisi dalam waktu dekat. Jadi dalam waktu dekat saya kurang yakin dengan itu," ungkap Burhanudin, kepada wartawan, termasuk Tribunnews.com, di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (2/2/2013).

Alasannya, imbuhnya, karena bagaimanapun urusan logisitik atau pendanaan itu sangat terkait dg kementerian yang dikuasi oleh partai-partai termasuk PKS. Itu artinya, kalau PKS mundur dari koalisi sekarang, maka persipaan logistik jelang pemilu 2014 akan terganggu.

Menurutnya, gertakan PKS akan mundur dari koalisi tidak akan terjadi.

"Pesan keras harus disampaikan untuk gertak sambal itu bagian dari politik. Tetapi apakah gertak sambal itu benar-benar direalisasikan saya gak yakin," tegasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini