News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Presiden PKS Terlibat Suap

PKS Sulit Bangkit Jelang Pemilu 2014

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang baru, Muhammad Anis Matta memberikan pidato politiknya dalam konferensi pers di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2013). Muhammad Anis Matta terpilih menjadi presiden baru PKS menggantikan Luthfi Hasan Ishaaq yang mengundurkan diri setelah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap impor daging sapi. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus suap impor daging sapi yang membelit mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaq, merupakan tamparan keras. Bukan itu saja, terkuaknya kasus ini dinilai merugikan menjelang pesta demokrasi Pemilu 2014.

Edi Sudrajat, Peneliti Gerakan Politik Islam, mengungkapkan kasus yang menyeret mantan orang nomor satu PKS ini membuat elektabilitas partai jatuh terpuruk. Edi juga kurang yakin dalam waktu satu tahun lebih ini PKS bisa bangkit dan menaikkan citranya di mata publik. Waktu satu tahun adalah waktu yang cukup singkat bagi PKS untuk bisa memperbaiki citranya kepada publik.

"Kalau manajemen konflik mereka tidak bagus maka bakal jatuh," ungkapnya, Sabtu (2/2/2013).

Bayangkan saja kalau presiden partai ditangkap, itu pasti akan menjatuhkan semua pandangan positif publik. Selain itu, publik juga akan berpikir jelek mengenai partai itu.

Lebih lanjut, timbul pertanyaan apa yang harus dilakukan PKS untuk memulihkan pendapat miring publik?

Menurutnya, salah satu bentuknya sudah dilakukan PKS, yakni langsung mengganti Presiden dari Luthfi kepada Anis Matta. Meskipun menurutnya pemilihan Anis juga sangat berisiko, karena termasuk yang diadukan ke BK dan lembaga lain sebagai pelaku penyalahgunaan keuangan.

Namun, lagi-lagi Edi melihat masih sangat sulit bagi PKS bisa cepat untuk pulih dari keterpurukannya. Apalagi di internal terdapat gesekan antara Faksi Kesejahteraan dan keadilan. "Jadi mereka sendiri saja belum bisa menyelesaikannya secara penuh. Pergulatan dua kelompok itu masih keras," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini