"Saya merasa kecolongan PT HIP ternyata mengeluarkan uang Rp 2 miliar. Itu diluar pengetahuan saya. Totok Lestiyo yang memerintahkan pencairan uang itupun sudah saya laporkan ke Mabes Polri atas dugaan penggelapan uang perusahaan," jelasnya.
Totok Lestiyo dibawah sumpah mengakui uang itu dicairkan atas perintahnya. Dia mengungkapkan, uang itu diberikan kepada Amran sebagai sumbangan Pemilukada.
Baca tanpa iklan