News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Nasib Anas di Demokrat

Qodari: Jangan Sampai SBY Selamatkan Partai, Tapi Negara Karam

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberikan pernyataan tentang beberapa masalah yang menimpa Partai Demokrat di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/2/2013) malam. SBY memberi kesempatan kepada Anas Urbaningrum untuk lebih fokus menghadapi dugaan masalah hukum di KPK terkait kasus korupsi Hambalang. (Tribun Jakarta/Jeprima)

Tribunnews.com, Jakarta - Pidato Ketua Majelis Tinggi Partai SBY soal langkah penyelamatan Demokrat dari keterpurukan mengesankan pengambilalihan kendali Partai Demokrat oleh SBY.

Pengamat Politik, M Qodari, menegaskan kalau tidak hati-hati maka  ini bisa jadi "blunder politik" karena SBY tidak konsentrasi mengurus pemerintahan.

"Kinerja pemerintahan akan semakin turun dan jika ini terjadi maka akan semakin menurunkan elektabilitas Partai Demokrat (di bawah 8%)," kata Qodari kepada Tribunnews.com, Sabtu (9/2/2013).

Lebih dari itu, menurut Qodari, target-target capaian program kerja pemerintahan bisa tidak tercapai. "Jangan sampai menyelamatkan partai, negaranya yang karam," kata Qodari.

Dalam keterangan pers SBY semalam dia menegaskan untuk sementara mengambil alih tugas memimpin Partai Demokrat dari Anas Urbaningrum. "Kepada ketua umum Partai Demokrat Saudara Anas Urbaningrum saya katakan, untuk sementara saya pimpin langsung penataan dan penertiban partai," kata SBY.

SBY memberi kesempatan kepada Anas Urbaningrum untuk menghadapi dugaan masalah hukum di KPK terkait kasus korupsi Hambalang. "Dengan harapan keadilan dapat ditegakkan dan Partai Demokrat siap memberikan bantuan hukum," kata SBY. (Aco)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini