News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Nasib Anas di Demokrat

SBY Dinilai Tidak Elok Telah "Kudeta" Anas Urbaningrum

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberikan pernyataan tentang beberapa masalah yang menimpa Partai Demokrat di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/2/2013) malam. SBY memberi kesempatan kepada Anas Urbaningrum untuk lebih fokus menghadapi dugaan masalah hukum di KPK terkait kasus korupsi Hambalang. (Tribun Jakarta/Jeprima)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Langkah Majelis Tinggi Partai Demokrat, yang dipimpin oleh Ketua Dewan Pembimbing Demokrat, SBY, dengan mengambil alih pucuk pimpinan partai Demokrat dari Anas Urbaningrum, adalah langkah politik yang kasar dan tidak elok.

Menurut pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Profesor Iberamsjah, langkah itu juga menambah ketidaksimpatikan rakyat terhadap Partai Demokrat khususnya SBY, yang akan berdampak secara signifikan terhadap dukungan suara pada Pemilihan Umum 2014.

"Ini menambah tidak simpati rakyat, mengurangi simpati rakyat, dimana mereka tidak suka terhadap langkah SBY yang mengkudeta kepemimpinan Demokrat," ujarnya ketika berbicang dengan Tribunnews.com, Sabtu (9/2/2013).

"Langkah itu tidak ada di AD/ART-nya Demokrat, dimana seharusnya dilakukan KLB (Kongres Luar Biasa), tetapi dengan cara itu kan tidak mungkin karena Anas mendapat dukungan dari 50 persen Dewan Pimpinan Daerah (DPD)," katanya.

Klik:


Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini