News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Nasib Anas di Demokrat

PKS: SBY Harus Urus Rakyat, bukan Partai

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberikan pernyataan tentang beberapa masalah yang menimpa Partai Demokrat di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/2/2013) malam. SBY memberi kesempatan kepada Anas Urbaningrum untuk lebih fokus menghadapi dugaan masalah hukum di KPK terkait kasus korupsi Hambalang. (Tribun Jakarta/Jeprima)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sikap Susilo Bambang Yudhoyono yang mengambilalih penyelamatan Partai Demokrat mendapat tanggapan dari PKS. Menurut politisi PKS Indra, Presiden SBY selaku Kepala negara dan kepala pemerintahan, seharusnya fokus mengelola negara dan pemerintahan.

"Seorang presiden bertanggungjawab kepada seluruh rakyat Indonesia dan bukan pada anggota partai tertentu. Yang diurus seorag Presiden adalah seluruh rakyat Indonesia yang berjumlah skitar 240 jita jiwa beserta tumpah darah Indonesia dengan segala persoalannya," kata Indra kepada Tribunnews.com, Minggu (10/2/2013).

Indra mengatakan banyak persoalan bangsa yang mesti dpikirkan dan dicarikan penyelesaiannya oleh seorang presiden. Apalagi, kata Anggota Komisi III itu, konflik terjadi dimana-mana, rakyat miskin dan butuh perhatian, peredaran narkoba serta sumber daya alam hanya dinikmati segelintir orang.

"Jadi negara ini butuh konsentrasi penuh presidennya. Dengan tanpa mengurusi partai saja SBY tidak atau belum mampu menyelesaikan persolan bangsa yg carut marut tersebut, apalagi kalau disambi mengurus partai," tuturnya.

Padahal, Indra mengingatkan bahwa SBY pernah meminta kepada para menteri yang dari unsur partai politik untuk lebih fokus dan mengutamakan tugas sebagai pejabat negara daripada mengurusi soal kepartaian. "Jd menurut saya langkah yang diambil SBY dg mengurusi partai secara langsung merupakan langkah mundur," tukasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini