News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Nasib Anas di Demokrat

Ulil Cs Keluarkan Manifesto Dukung Langkah Majelis Tinggi

Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ulil Abshar Abdhala

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kaum muda Partai Demokrat terdiri dari Didi Irawadi Syamsuddin, Rachlan Nashidik, Ulil Abshar Abdalla, M Husni Thamrin, Zainal Asikin, dan Sulaiman Haikal mengeluarkan manifesto yang intinya mendukung langkah Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono.

Ulil dalam jumpa pers kepada wartawan di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta, Jumat (15/2/2013), menegaskan, tujuannya mengeluarkan manifesto tak lain mendukung langkah SBY yang sangat drastis menyelamatkan partai demi Pemilu 2014.

"Pembersihan, penataan, dan penyelamatan Partai Demokrat oleh Majelis Tinggi Partai Pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono sebagaimana tertuang dalam delapan butir penyelamatan adalah langkah yang tak terelakkan harus diambil," ujar Rachland saat bacakan manifesto.

Langkah ini bukan karena elektabilitas partai terjun bebas, namun juga karena sebelumnya, masalah ini belum pernah mencoba mengatasi langsung atas penyebab utamanya, yakni persepsi publik bahwa Partai Demokrat partai paling korup.

Mereka berkeyakinan, publik sudah lama berharap demokrasi harus diselamatkan dengan membersihkan partai dari praktik korupsi dan dagang pengaruh. Harapan ini ada di balik berbagai kritik keras terhadap Demokrat sebagai partai pemenang pemilu.

Kesediaan Majelis mendengar kritik-kritik luar menjadi dasar mengapa langkah-langkah darurat terpaksa diambil Demokrat, sepenuhnya karena pertimbangan untuk memenuhi harapan rakyat. Suara sinis yang menentang langkah penyelamatan partai justru melawan harapan dan kemarahan rakyat.

"Perlu ditekankan, sementara dengan teguh kami berkeyakinan bahwa perubahan atau pergantian kepemimpinan partai bukan lah tujuan. Namun tak bisa dihapus sebagai kemungkinan. Sepanjang itu sepenuhnya merupakan konsekuensi dari keperluan penyelamatan, pembersihan dan penataan partai," tukas Rachland.

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini