News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Anas Urbaningrum Tersangka

PKS Nilai Tudingan SBY Perkeruh Suasana

Penulis: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono ditemani Wakil Presiden, Boediono dan Menkopolhukam, Djoko Suyanto (kiri-kanan) mengadakan konferensi pers sebelum melakukan kunjungan kenegaraan ke Jerman dan Hongaria, di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Minggu (3/3/2013). Selain melakukan konferensi pers tentang kunjungannya, SBY juga mengomentari tentang dinamika politik nasional pascapenetapan status tersangka mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III (Komisi Hukum) DPR RI dari Fraksi PKS, Indra berpendapat tidak sepatutnya Presiden SBY mengeluarkan pernyataan terkait adanya kelompok-kelompok dan elit politik yang ingin membuat negara gonjang-ganjing dan membuat instabilitas politik.

"Menurut saya tidak sepatutnya SBY menyampaikan atau berkata seperti itu ke publik. Bagaimanpun penyataan SBY  tersebut justru memperkeruh keadaan dan akan membuat kegaduhan dipublik," kata Indra kepada Tribunnews.com, Minggu (3/3/2013).

Menurut Indra, dengan pernyataan SBY yang tidak konkrit tersebut justru membuat anak bangsa jadi saling curiga satu dengan yang lainnya.

"Siapa kelompok-kelompok dan elit politik yang dimaksud SBY? Gonjing ganjing seperti apa yang akan mereka lakukan? dan lain sebagainya," kata dia.

Kalau benar ada kelompok atau elit politik yang akan membuat tindakan dekstruktif dan melanggar hukum, Indra menyarankan SBY bisa mengantisipasi dengan alat negara yang berada dibawah komando Presiden dan kalau perlu disikapi dengan penegakan hukum.

"Bukannya curhat atas kegalauannya yang tidak produktif seperti ini," kata Indra.

Selain itu, lanjut Indra, yang harus diingat kegaduhan, gonjang ganjing, atau stabiltas politik, sebenarnya sangatlah ditentukan dari sikap, tindak tanduk, kebijakan, dan kemampuan Presiden dalam memimpin negara ini.

"Kalau seorang Presiden mampu memimpin negara dengan baik, adil, bijaksana, komitmen memberantas korupsi, dan benar-benar menjadikan rakyat sebagai tujuan untuk disejahterakan, maka saya yakin dia akan didukung secara penuh oleh rakyat dan tidak akan ada yang mampu membuat gonjang ganjing atau instabilitas negara ini," kata Indra.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini