News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Teroris Rampok Toko Emas

Polisi Diminta Bawa Kamera saat Operasi Penindakan

Penulis: Srihandriatmo Malau
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tim Gegana mengumpulkan bom rakitan dalam pipa di rumah nomor 213 RT 02/03 Kelurahan Mustika Sari, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (15/3/2013).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wawan H Purwanto, peneliti dan pengamat intelijen, menyarankan Polri melengkapi diri dengan kamera, saat menjalankan operasi terkait kasus kriminal maupun terorisme.

Menurut Wawan, fungsi kamera sebagai bukti pengabadian satu tindakan yang diambil Polri, saat melakukan operasi tertentu. Termasuk, tatkala harus menembak mati pelaku kejahatan.

"Saya selalu sarankan Polri bawa kamera tatkala ada operasi, sehingga ada bukti dan alasan kenapa dia menembak mati, bukan melumpuhkan saja," ujarnya kepada Tribunnews.com di Jakarta, Sabtu (15/3/2013).

'Mempersenjatai' polisi dengan kameram lanjut Wawan, sangat penting, agar tidak timbul kesalahpahaman pasca-kejadian.

Wawan memahami mengapa langkah melumpuhkan terduga teroris diambil Polri. Wawan menilai, itu tak lepas saat penyergapan teroris di Solo beberapa waktu lalu.

"Mereka memang takut kejadian Solo terulang. Ketika berupaya menyergap hidup-hidup, justru ditembak duluan," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, tiga dari tujuh perampok toko emas tewas ditembak polisi, yakni M, A, dan H alias P. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini