News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Hambalang

PKS Minta KPK Periksa Ibas

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan Bendahara Permai Group Yulianis menuding Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono menerima uang 2000 dollar Amerika Serikat

Tribunnews.com, Jakarta - Anggota Komisi III (Komisi Hukum) DPR RI dari Fraksi PKS, Indra, menegaskan KPK harus segera menverifikasi dan menvalidasi keterangan Yulianis bahwa Edhie Baskoro Yudhiyono alias Ibas diduga terima  200 ribu dolar AS  dari Group Permai.

"Bukti catatan Yulianis atau pembukuan Group Permai merupakan bukti pendukung atau petunjuk untuk KPK melakukan pengusutan dan  penelusuran lebih lanjut atas dugaan Ibas menerima gratifikasi atau suap," kata Indra ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Selasa (19/3/2013).

Selain itu, Indra mengatakan keterangan senada terkait dugaan Ibas menerima uang dari Group Permai juga sudah pernah dilontarkan oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin.

"Oleh karena itu agar hal ini jelas dan terang-benderang maka KPK harus sesegera mungkin memeriksa Ibas, Yulianis, Nazarudin, dan apabila perlu dikonfrontir keterangan mereka," kata Indra.

Menurut Indra dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi,  tidak boleh ada pengecualian, pembedaan, atau pengisitimewaan. Asas equality before the law harus benar-benar diterapkan.

"Apapun jabatannya dan siapapun yang terlibat dalam kasus korupsi, maka dia harus ditindak," kata Indra.

Oleh karena itu, Indra  sangat berharap KPK mampu memperlihatkan dan membuktikan bahwa institusi ini benar-benar profesional dan tidak takut untuk memproses dugaan korupsi yang dilakukan oleh anak Presiden sekalipun.

Sebelumnya diberitakan Mantan Wakil Direktur Keuangan PT Permai Grup, Yulianis,  pernah mengungkap indikasi keterlibatan Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas dalam kasus Hambalang.

Indikasi ini diungkap Yulianis dalam sidang terdakwa Nazaruddin beberapa waktu lalu. Dugaan ini seperti juga yang diungkap mantan Ketua Umum Demokrat Anas urbaningrum maupun dokumen yang beredar di parlemen.

Menurut pengakuan Yulianis, aliran dana yang dikucurkan Permai Grup, termasuk ke kantong Ibas.

(Aco)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini