News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Meski Ada Penolakan, Presiden Tetap Terima Penghargaan Negarawan Dunia 2013

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Buruh berbut berjabat tangan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berkunjung Maspion I Sidoarjo, Rabu (1/5/2013). Dalam pidatonya Presiden SBY akan menetapkan mulai tanggal 1 Mei 2014 menjadi Hari Libur Nasional. (SURYA/SUGIHARTO)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meskipun terdapat banyak penolakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tetap akan menerima 'World Statesman Award' atau penghargaan negarawan dunia 2013 dari lembaga Appeal of Conscience Foundation (ACF).

Penghargaan ini akan diserahkan di sela-sela kunjungan kerja SBY ke New York, AS, pada akhir Mei ini. Kunjungan itu dalam rangka penyerahan hasil panel tingkat tinggi program pembangunan pasca MDG's 2015 di Markas PBB.

Alasannya, lembaga appeal of conscience foundation adalah lembaga organisasi internasional yang kredibel memberi anugerah kepada pemimpin dan kepala negara. Diantaranya yang mendapatkan penghargaan ini, PM Inggris Gordon Brown pada (2009), Presiden Perancis Nicolas Zarkozy (2008), dan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper (2012).

"Mereka memiliki kriteria sendiri pemberian itu. Dan sudah berdasarkan kriteria mereka sendiri," ungkap Juru Bicara Presiden, Julian A Pasha, di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/5/2013).

Selain itu, terkait penolakan sejumlah pihak, Julian menegaskan tidak bisa mengeneralisir semuanya berdasarkan kasus per kasus yang ada.

Seperti kasus Ahmadiyah yang menjadi sorotan publik. Menurutnya, tentu kasus Ahmadiyah harus dikembalikan pada putusan tahun 2008 yang termuat dalam SKB tiga menteri.

"Kalau itu dilaksanakan enam diktum yang dilaksanakan dalam SKB tiga menteri tentu hal-hal itu tidak terjadi. Tapi peristiwa terus berubah dan pemerintah akan melihat kembali apa yang akan dilakukan," ujarnya.

Karenanya, imbuh dia, Presiden SBY, akan tetap menerima penghargaan itu yang rencananya akan diserahkan di sela-sela kunjungan kerja SBY ke New York, AS, pada akhir Mei ini.

"Ya tentu. Itu bentuk apresiasi dan penghargaan based penilaian orang independen yang sebelumnya PM Kanada juga menerima awards yang sama," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini