News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Letjen Moeldoko Jadi KSAD

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menerima Laporan Korps Serah Terima Jabatan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) dari Letnan Jenderal TNI Budiman kepada Letnan Jenderal TNI Moeldoko di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Selasa, (19/2/2013)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengangkat Kepala Staf Angkatan Darat yang akan menggantikan posisi Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo.

Adalah Letnan Jenderal TNI Moeldoko yang selama ini menjabat Wakil KSAD, yang ditunjuk Presiden sebagai KSAD.

"Saya akan mengangkat Muldoko untuk menjadi KSAD menggantikan Pramono Edhie Wibowo," ungkap Presiden dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/5/2013).

Menurut Presiden, pelantikan KSAD digelar pada Rabu (22/5/2013) mendatang.

"Saya tentu memberikan pesan-pesan kepada KSAD baru agar tentara tumbuh menjadi tentara yang profesional dan capable, dan dekat dengan rakyat," pesannya.

Letjen Moeldoko menggantikan Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo yang telah memasuki masa pensiun

Sementara itu, Pramono mengatakan saat menghadap, Presiden menyampaikan 7 arahan.

Diantara tujuh butir itu, kata dia, ada yang ditujukan kepadanya sebagai KSAD yang akan digantikan Muldoko. Yakni kepemimpinan TNI saat ini sudah berada pada jalan yg benar. Dan itu diminta dilanjutkan.

Selain itu, TNI yang diharapkan rakyat adalah TNI yang profesional yang perlu ada kemantapan mengemban tugas. "Dan ini pesan dari presiden agar dilanjutkan, ditingkatkan dan disempurnakan termasuk modernisasi alutsista khususnya AD," jelasnya.

Hal ketiga yang disampaikan Presiden adalah masalah kesejahteraan prajurit dan keluarganya. Pun kemudian mengenai perumahan, pendidikan dan pembangunan markas TNI.

"Yang keempat, kekuatan TNI itu adanya kedekatan dan kebersamaan dengan rakyat. Beliau minta lanjutkan. Kelima, penting jaga kekompakan internal TNI AD, TNI dengan rakyat, TNI darat, laut dan udara juga dengan Kepolisian," ujarnya.

Selanjutnya, agar langkah-langkah dalam penertiban dan pengadaan alutsista dan keuangannya. Diharapkan, hal ini dilaksanakan secara transparan dan terbuka sehingga tidak ada kesan penggunaan anggaran yang tidak tepat.

"Terakhir menghadapi Pemilu 2014 presiden menekankan adanya TNI AD yang netral dan tidak berpolitik praktis," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini