News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ini Program Letjen TNI Moeldoko Saat Jabat KSAD

Penulis: Srihandriatmo Malau
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Budi Santoso mendampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jenderal TNI Moeldoko(sekarang menjabat KSAD) dan sejumlah pejabat lainnya meninjau enam helikopter Bell-412 EP pesanan Kemenhan RI pada acara penyerahan yang dilakukan di Hanggar Rotary Wing Kawasan Pabrik II PT DI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jumat (15/3/2013). Helikopter Bell-412 EP merupakan Bell-412 generasi baru yang telah teruji dalam medan operasi, dan juga dapat digunakan untuk penerbangan sipil, operasi SAR dan pemadam kebakaran. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Letjen TNI Moeldoko resmi dipilih Presiden SBY sebagai Kepala Staf Angkatan Darat(KSAD) menggantikan Pramono Edhie Wibowo. Sebagai KSAD baru, Moeldoko pun berjanji akan memberikan program yang terbaik seperti misalnya memelihara, menjaga dan meningkatkan segala program para pendahulunya.

Tidak lupa Moeldoko mengucapkan terima kasih kepada KSAD Pramono Edhie yang selama dirinya menjadi Wakil KSAD banyak memberikan arahan dan petunjuk yang terbaik.

"Agar terjadi kesinambungan dan tidak pernah putus," ujarnya di kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (20/5/2013).

Saat ditanya mengenai persoalan yang akhir-akhir ini menguap soal seringnya tentara mengamuk, Moeldoko berjanji proses evaluasi internal segera dilakukan, tidak lupa pula proses pendidikan tentara.

"Segera akan saya lihat kembali apakah ada proses pendidikan yang kurang baik atau kurang benar. Ini perlu penelitian. Akan kita evaluasi untuk pembenahan ke depan," katanya.

Sementara itu saat ditanya mengenai pesan Presiden SBY mengenai pengadaan alutsista kepada dirinya, Moeldoko menegaskan memang dalam hal pengadaan semua harus terbuka dan transparan.

Bahkan lanjut mantan Pangdam Tanjung Pura ini semua proses di jajaran TNI AD akan transparan dan terbuka. Tidak ada lagi istilah ini orangnya Moeldoko atau siapa. Begitu pun dengan penegakan dan penindakan disiplin di tubuh TNI bagi anggota yang salah.

"Ini tidak ada lagi. Harus terbuka semuanya. Tidak ada lagi yang main-main,"ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini