TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi I DPR menggelar rapat gabungan membahas masalah Papua. Rapat tersebut berlangsung tertutup bagi media.
Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan, agenda rapat membahas kebijakan penyelesaian masalah Papua secara damai.
"Jadi, kami akan berbicara tidak pada tataran kasus per kasus. Kalaupun kami harus masuk ke situ, nanti bagian dari pendalaman saja," kata Mahfudz di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/5/2013).
Mahfudz menuturkan, pihaknya terus memberikan perhatian kepada Papua dalam dua tahun terakhir. Di antaranya, Papua harus tetap menjadi bagian dari NKRI dengan tingkat politik stabil. Kemudian, pembangunan yang signifikan di Papua.
"Sehingga, output dari semua aspek keamanan dan pembangunan, akan mempu meningkatkan kualitas dan derajat hidup masyarakat di Papua secara keseluruhan," tutur politisi PKS.
Pertimbangan lain, lanjutnya, karena ersoalan Papua telah menjadi perhatian dunia internasional.
"Ada upaya-upaya untuk memasukkan agenda ini ke beberapa forum multilateral atau regional," jelasnya.
Mahfudz memaparkan, hal tersebut menjadi pekerjaan tersendiri bagi pemerintah.
"Satu pemerintahan, maka semakin miniminal persoalan-persoalan domestik dalam negeri, yang jadi agenda atau proposal di forum-forum eksternal, dalam hal ini forum-forum internasional," beber Mahfudz.
Kementerian yang hadir dalam rapat gabungan antara lain Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Kepala BIN Marciano Noorman, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia Hamzah Thayeb, serta Duta Besar Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema. (*)
Baca tanpa iklan