News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemerintah Pastikan Stok Beras dan Daging Jelang Puasa Aman

Penulis: Srihandriatmo Malau
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sebanyak sekitar 5,2 ton gabah dan beras yang disimpan oleh Susilo (58) warga RT 01 RW 04 Desa Dlangu kecamatan Butuh, Purworejo terpaksa berpindah tangan. Pasalnya, sekawanan perampok yang menyatroni rumahnya tidak puas merampas dompet dan surat berharganya, tapi juga stok gabah dan beras miliknya tersebut.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) sudah melakukan antisipasi guna terpenuhinya kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan mendatang. Bahkan kesiapan stok beras hingga lebaran sudah dipersiapkan Kementan.

"Kita sudah bekerja sekarang. Sudah mengantisipasi persiapan puasa dan lebaran. Paling tidak beras sih aman ya," tegas Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan kepada wartawan di kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/5/2013).

Bahkan menurutnya, stok beras yang kini berlimpah sempat mempersulit Bulog. Mereka menghadapi persoalan pemeliharaan beras yang disimpan di gudang-gudangnya.

"Kalau beras, cukuplah. Malah Bulog itu sekarang menghadapi problem pemeliharaan beras karena stoknya terlalu banyak," ujarnya.

Sementara itu, untuk stok daging sapi, Wamentan mengatakan sedang dilakukan berbagai opsi ketersediaannya dalam menghadapi puasa dan lebaran mendatang.

Untuk daging sapi, Kementan memiliki tiga opsi yang seluruhnya bisa dijalankan. Yakni pertama bisa menjalankan realisasi dari impor daging sapi sebanyak 80.000 ton.

"Intinya dari triwulan tiga misalnya, kita tarik ke triwulan dua turunnya impor. Karena dipercepat itu realisasinya," ujarnya.

"Impor daging sapi itu 80.000 ton kan setahun. Jadi dipenggal-penggal begitu. Jadi yang jatah triwulan tiga itu dimajukan ke triwulan dua," sambungnya.

Lebih lanjut kata dia, pihaknya juga tengah mengantisipasi terjadinya lonjakan harga daging sapi saat dua "acara" penting itu terjadi. "Kita bekerja untuk merespon supaya tidak melambung ya begitu," ucapnya.

Hal itu pertama-tama, lanjut Wamentan melalui suplai daging sapi diperbanyak. Kedua sistem logistiknya diperbaiki. Misalnya angkutan-angkutan ternak dioptimalkan mendistribusikan daging sapi ke seluruh wilayah. Bahkan segera diluncurkan pula kapal-kapal yang didesain khusus untuk angkutan ternak.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini