Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Leonard AL Cahyoputra
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas mengatakan, partai politik (parpol) di Indonesia kini tidak memiliki ideologi yang jelas.
Meski, pernyataan itu ia ungkapkan dalam ruang lingkup hipotesis pihaknya.
"Sekarang ideologi parpol itu apa?" Tanya Busyro saat berbicara di Lokakarya Junarlis Antikorupsi bertema 'Konsep dan Kerangka Kerja Sistem Integritas Nasional (SIN)" di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/5/2013).
Dalam pandangan KPK, paparnya, parpol yang berkompetisi lima tahunan terjerumus dalam ideologi pragmatis, dengan mengedepankan keuntungan semata.
"Ini yang masih bermasalah. Value-nya yang mengonfirmasi ke kami," imbuh Busyro.
Dari paradigma yang pragmatis tersebut, lanjut Busyro, sistem feodalistik menjamur di setiap kementerian dan lembaga negara, dengan mengedepankan ajudan dan bawahan untuk menyetorkan upah kepada atasannya.
Bahkan, korupsi yang terorganisasi sudah menjadi budaya di beberapa lembaga negara dan kementerian.
"Itu tercermin seperti dalam kasus PON Riau, Madina, dan Semarang," tutur Busyro. (*)
Baca tanpa iklan