News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2013

PBB: Berarap Pemudik Motor Beralih ke Bus

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Para pemudik bermotor yang menggunakan kapal feri di Pelabuhan Penyeberangan bakauheni, Lampung, Sabtu (25/8/2012) mereka akan menuju Pulau Jawa untuk kembali bekerja setelah berlebaran di kampung halamannya di Sumatera.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Bulan Bintang ikut angkat bicara mengenai fenomena pemudik yang menggunakan sepeda motor. Sekjen PBB BM Wibowo menilai susah mengharapkan pemudik motor beralih ke bus untuk mudik.

"Memang benar dari tahun ke tahun jumlah kecelakaan pemudik motor tak kunjung turun. Tetapi melarang mereka atau merazia di jalan untuk mengalihkannya ke bus sebagaimana dinyatakan pemerintah DKI Jakarta, hanya ibarat berkhayal," kata BM Wibowo melalui pesan singkat, Selasa (16/7/2013).

Pasalnya, kata Wibowo, sebagai sesama pemudik kita tahu jumlah bus tak memadai, jalanan tersendat karena kemacetan maupun kerusakan jalan sehingga bus-bus tak kunjung balik, harga tiket tak menentu, jadwal pulang ke Jabodetabek tak pasti, dan kebutuhan mobilitas di kampung memerlukan motor.

Ia mengatakan mudik bermotor sebenarnya bukan pilihan ideal untuk jarak jauh. Tetapi keterpaksaan membuat masyarakat melakukannya, karena cara lain tak bisa dipilih.

"Maka lebih baik pemerintah fokus untuk membantu keamanan dan keselamatan di sepanjang jalan," tuturnya.

Solusinya, Wibowo mengungkapkan dengan memperbanyak pos pemberhentian yang memungkinkan untuk menginap, menyediakan makanan-minuman-layanan kesehatan dan bengkel gratis gratis, memisahkan jalur berlawanan, menambah rambu dan selebaran safety riding. Bahkan membuat lajur khusus motor dengan pembatasan kecepatan.

"Tentu jumlah petugas juga harus ditambah dengan melibatkan masyarakat setempat," katanya.

Wibowo mengatakan ditengah kesulitan akibat kenaikan harga BBM yang disusul harga-harga barang, sebaiknya pemerintah memberikan sedikit kemewahan di musim lebaran.

"Bukannya menambah ketegangan dengan mengancam memberi sanksi yang tak realistis," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini