News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rusuh di Gedung MK

Komisi III Pertanyakan Kinerja Aparat Saat Ricuh Sidang MK

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas mengamankan sejumlah pria yang diduga sebagai pelaku kerusuhan yang terjadi siang tadi di Gedung Mahkamah Konstitusi di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Kamis, (14/11/2013). Sidang sengketa Pilgub Maluku 2013 di Mahkamah Konstitusi (MK) rusuh setelah salah satu pendukung calon gubernur mengamuk saat Hamdan Zoelva membacakan putusan pertama dari empat keputusan yang menolak gugatan tersebut pemohon. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi III DPR Pieter Zulkifli mempertanyakan kinerja aparat polisi saat kericuhan di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK) berlangsung. Sebab, aparat polisi ada di tempat kejadian saat pengrusakan ruang sidang.

"Yang menjadi pertanyaan saya mengapa aparat yang berada di ruang tersebut tidak bertindak cepat mengamankan mereka," kata Pieter ketika dikonfirmasi, Jumat (15/11/2013).

Bahkan, kata Pieter, terlihat sikap aparat seolah-olah takut dengan aksi kekerasan tersebut. Menurut Politisi Demokrat itu, sejak awal intelejen kepolisian harusnya sudah mendeteksi ancaman tersebut bahwa sebagian orang yang hadir dalam sidang sengaja disiapkan untuk melakukan perbuatan anarkis.

"Seharusnya ada tindakan antisipatif. Rekaman video tersebut dapat menjadi bukti," ungkapnya.

Pieter meminta kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayuseno dan Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman untuk mempelajari rekaman video tersebut.

Selanjutnya memerintahkan Propam untuk memeriksa personel yang bertugas dan bertanggungjawab di MK saat itu. Selain itu, Pieter juga meminta agar diberikan sanksi bahkan mencopot jabatannya.

"Saya ingatkan semua pihak harus terlibat menjaga serta melindungi integritas MK. Jangan sampai ada kesan adanya upaya-upaya untuk mendelegitimasi MK," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini