News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemilu 2014

Nasib Partai Demokrat: From Hero To Zero

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan kepada wartawan, di Kantor Pesiden, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2013). Presiden memanggil pulang Dubes RI untuk Australia menyusul ketegangan Indonesia dan Australia terkait penyadapan badan intelejen Australia terhadap beberapa petinggi negara, termasuk presiden. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - "Dari Hero ke Zero" itulah yang kiasan yang disematkan melihat kondisi Partai Demokrat di 2014 nanti.

Sebagai partai yang sempat mengejutkan partai lawas dalam Pemilu 2004 dan 2009 itu, dinilai justru akan menjadi tragedi memilukan pada pemilu 2014. Partai berlambang mercy tersebut diprediksi akan menjadi partai papan tengah dengan elektabilitas di bawah 10 persen.

"Sekarang di Pemilu 2014, Demokrat yang tadinya hero, dengan elektabilitas tinggi dan pada 2009 jadi pemenang Pilpres 1 putaran, bisa jadi zero. Kembali jadi partai papan tengah (elektabilitas di bawah 10 persen)," kata peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Rully Akbar di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (24/11/2013).

Rully menjabarkan, terdapat tiga faktor penjelas tragedi ini terjadi. Pertama, kata Rully sebagai pemenang pemilu 2009, partai demokrat terlambat melakukan penguatan dan kontrol terhadap institusi partai. Akibatnya partai yang pada 2009 begitu kuat justru dirundung korupsi struktural di mana Ketua Umum Anas Urbaningrum dan Bendahara Umum Nazaruddin menjadi tersangka.

Kedua, sebagai pemenang pemilu 2009, partai Demokrat terlalu tergantung pada satu figur, yakni SBY. Akibatnya ketika figur itu dikalahkan dalamm pemilihan ketua umum 2010, karena SBY mendukung Andi Malarangeng dalam kongres, pemenang ketua umum tetap tak bisa mengontrol partai sepenuhnya. Perselisihan antara Ketua Umum Anas Urbaningrum dan SBY ikut merusak pelembagaan partai.

Ketiga, kinerja SBY sebagai presiden juga tak tergolong istimewa. Rating kepuasan publik terhadap kinerja SBY juga terus merosot. Pada Januari 2011 publik yang puas dengan kinerja SBY masih di atas 50 persen yakni 56,7 persen. Namun setahun setelahnya pada Januari 2012 kepuasan kinerja SBY merosot jadi 48.3 persen. Pada survei LSI Maret dan Oktober 2013, kepuasan terhadap kinerja SBY pun masih di bawah 50 persen (Maret 2013 44,3 persen dan Okotber 2013 44,9 persen).

"Makanya bisa jadi Demokrat hanya jadi penonton di 2014," katanya. Untuk diketahui, survei LSI dilakukan pada 12 September sampai 5 Oktober 2013 di 33 provinsi di Indonesia dengan mengambil sample dari 1.200 responden. Survei ini menggunakan wawancara tatap muka. Metode yang digunakan multistage random sampling, dengan margin of error sebesar 2,9 persen.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini