News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Persidangan Kasus Suap di SKK Migas

Penjaga Rumah: Rudi dan Deviardi Akrab

Penulis: Y Gustaman
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DIPERIKSA JADI SAKSI - Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini hendak menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) manjadi saksi tersangka lainnya dalam kasus korupsi suap SKK Migas, di Kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2013). (Warta Kota/henry lopulalan)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hubungan mantan Kepala Satuan Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini dan pelatih golfnya, Deviardi begitu akrab. Bahkan, Deviardi bertamu tanpa harus mencatat di buku tamu seperti kebanyakan orang lain.

Hal itu disampaikan Joko Supriyono salah satu petugas satuan pengamanan di rumah dinas Rudi, Jalan Brawijaya 38, saat diminta bersaksi untuk terdakwa Komisaris PT Kernel Oil Indonesia, Simon Gunawan Tanjaya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (25/11/2013).

"Sudah (mengenal sebelumnya). Kalau identitas enggak tahu. Hanya mengenal (Deviardi) pelatih golf bapak. Memang sering kalau Pak Ardi (ke rumah, red)," terang Joko. Ia menambahkan, jika Deviardi yang akrab disapa Ardi, langsung masuk ke rumah tanpa lebih dulu membuat janji dengan Rudi.

Menurut Rudi, pada 13 Agustus pukul 21.29, Ardi datang ke rumah Rudi menggunakan sepeda motor klasik BMW seorang diri. Saat itu ia melihat Ardi membawa sebuah tas mirip tempat komputer jinjing. Dia langsung mempersilakan Deviardi masuk ke dalam rumah dan bertemu Rudi.

Dia mengatakan, hubungan Rudi dan Deviardi memang sangat akrab lantaran sering bertemu. "Seperti keakraban sesama teman," terang Joko. Dalam pertemuan yang berlangsung setegah jam tersebut, Joko tidak mengetahui isi pembicaraan keduanya.

Setelah pamit pulang, Deviardi meninggalkan motor BMW yang dibawanya. Kala itu, menurut Joko, Asep Toni, sopir Rudi, sempat menawarkan untuk mengantarkan pulang Ardi. Namun ketika mobil yang dibawa Asep mundur keluar gerbang, penyidik KPK datang mencegat.

Joko mengaku langsung kaget dan tidak bisa berbuat apa-apa. Ia dan temannya sesama profesi satpam, Subagyo Wibowo, tak berani menahan penyidik KPK memasuki halaman rumah. Selama penggeledahan di dalam rumah, Jokowi dan dua temannya, diminta bertahan di pos jaga.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini