News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Australia Menyadap

DPR Tidak Kaget Australia Dibantu Singapura dan Korea Selatan Soal Penyadapan

Penulis: Ferdinand Waskita
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kantor Kedutaan Besar Australia, berserakan pecahan telur yang dilempari berbagai elemen massa. Jumat (22/11/13). Aksi Massa dipicu tindakan negari Kangguru melakukan penyadapan kepada petinggi di negara Indonesia. (Tia Aprilla)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi I DPR mengaku tidak kaget bila penyadapan yang dilakukan Australia kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata dibantu Korea Selatan dan Singapura

Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menilai pemerintah Indonesia belum menyadari bahwa tidak ada negara yang benar-benar menjadi sahabat. Apalagi, setiap negara yang memiliki kedekatan dengan Amerika Serikat akan melakukan berbagai cara untuk mengetahui informasi tentang Indonesia, meskipun mempunyai kerjasama.

"Nah ini yang harus kita pahami, jadi kalau kita masih menganut pandangan zero enemy, ya kita akan jadi objek penyadapan semua pihak, terus apa kita mau marah dengan semua negara?," kata Mahfudz di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/11/2013).

Mahfudz mengatakan Australia dalam melakukan penyadapan di Indonesia atau negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara tidak berdiri sendiri. Amerika dikatakan Mahfudz sebagai bagian dari five eyes juga akan menyalurkan informasinya ke empat negara lainnya yang tergabung dengan kelompok tersebut. Mereka adalah Amerika, Inggris, Selandia Baru, Australia dan Kanada.

Ia mengatakan dalam aliansi tersebut, informasi yang didapat Australia dari hasil penyadapan akan diberikan kepada empat negara lainnya.

"Itu mengembangkan jaringkan kerjasamanya yang disebut "kelompok ketiga", itu bahkan sekarang ada 12 negara, tetapi karena ada aliansi politik militer beberapa anggota negaranya, maka untuk di Asia, Singapura, Korsel, itu juga seringkali dilibatkan dalam operasi-operasi intelijen," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini