News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Calon Presiden 2014

Banyak Kader Demokrat, Golkar, dan Gerindra Lebih Pilih Jokowi

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pandangannya setelah sebelumnya ia membetulkan sendiri dudukan mikrofonnya dalam acara Serial Seminar Dewan Guru Besar Universitas Indonesia, di Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (30/11/2013). Seminar yang mengambil tema Indonesia Menjawab Tantangan Kepemimpinan Menuju Bangsa Pemenang tersebut sebelumnya juga menghadirkan tokoh seperti Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Dahlan Iskan, Gita Wirjawan, Wiranto, Mahfud MD, Abraham Samad, dan lain-lain. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) semakin menunjukkan taringnya dalam merajai hasil survei calon presiden. Bahkan, pemilih partai lain berpaling memilih Jokowi.

Hal itu terlihat dari survei yang dilakukan lembaga Center for Strategic and International Studies (CSIS). Survei dilakukan di 33 provinsi pada tanggal 13-20 November 2013. Jumlah sampel 1.180 dengan margin of error 2,85 persen pada confidence level 95 persen. Diketahui selain PDI Perjuangan yang memang pemilik Jokowi, ternyata tiga partai lainnya yakni Demokrat, Golkar dan Gerindra terdapat kader yang lebih memilih mantan Wali Kota Solo itu sebagai calon presiden.

"Survei CSIS menemukan bahwa tingkat dukungan terhadap Jokowi semakin terkonsolidasi bukan hanya pemilih PDIP tetapi juga dari pemilih partai lain," kata Peneliti CSIS Philips J Vermonter di Kantor CSIS, Jakarta, Minggu (1/12/2013).

Hasil survei memperlihatkan pemilih Jokowi terbesar datang dari pemilih PDIP sebanyak 63,6 persen disusul Demokrat 42,7 persen; Golkar 22,7 persen; Gerindra 20,6 persen.

Padahal, Gerindra telah mencalonkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Sedangkan Golkar dengan Aburizal Bakrie. Sementara Demokrat masih menggelar konvensi yang diikuti 11 peserta.

Philips mengatakan adanya pemilih Gerindra yang menyeberang memilih Jokowi bukan terkait loyalitas partai. Namun fenomena Jokowi yang terlalu kuat di masyarakat.

"Ada figur menjanjikan daripada Prabowo," katanya. itu jawaban simpel,

Sedangkan Demokrat belum ada calon yang kuat untuk diusung setelah era Susilo Bambang Yudhoyono. "Sedangkan Golkar separuh memilih Ical, separuhnya memilih Jokowi. Efek Jokowi lintas partai," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini