News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konvensi Demokrat

Irman Gusman: Raja Media, Tak Heran Posisi Dahlan Tertinggi di Konvensi

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PESERTA KONVENSI PD - Para peserta konvensi calon presiden partai Demokrat (kiri kanan) Ali Masykur Musa, Marzuki Alie, Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo, Irman Gusman, Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto, Hayono Isman, Anies Baswedan, Sinyo Harry Sarundajang, Gita Wirjawan, Dino Patti Djalal, dan Dahlan Iskan setelahmengemukan visi dan misi depan Para Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) se-Indonesia Jakarta, di Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (15/9). (Warta Kota/henry lopulalan)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peserta Konvensi Demokrat, Irman Gusman mengakui elektabilitas Dahlan Iskan cukup tinggi dibanding peserta lainnya. Irman tidak heran melihat hasil survei yang menempatkan Menteri BUMN itu peringkat teratas peserta konvensi.

"Buat saya tidak heran, karena beliau raja media. Saya ke daerah itu, semua kawan-kawan sudah pakai Demi Indonesia (DI)," kata Irman di Gedung DPD, Jakarta, Selasa (24/12/2013).

Ketua DPD itu mengatakan pemberitaan mengenai peserta konvensi lainnya menjadi berkurang.

"Ya itu saja salah satu keunggulannya, beliau punya banyak media di seluruh provinsi," katanya.

Namun, Irman tetap optimis dalam persaingan peserta konvensi. Pasalnya dalam hasil survei, ia mengklaim menempati posisi ketiga.

"Yang lebih pentig bagaimana ikuti proses politik dan mendorong proses demokrasi yang selam ini oligarki dan politis, kalau menang itu ya bonusnya lah," katanya.

Selain itu, ia juga tidak khawatir dengan elektabilitas Partai Demokrat. Irman yakin Demokrat akan berkoalisi untuk memenuhi presidential treshold 20 persen.

"Elektabilitas partai dan kandidat capres kan berbeda. Partai itu kan untuk mengusung. Yang penting adanya demokratisasi, supaya tidak ada oligarki," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini