News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Harga Elpiji Naik

Aneh Harga Gas Tinggi, Politisi PKB Minta Perusahaan Tambang Diaudit

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Didit karyawan Toko Sumber Rejeki sedang menyusun tabung gans elpiji di Jalan Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (2/1/2014). Masyarakat dan pedagang mengeluhkan kenaikan harga elpiji 12 kg mulai 1 Januari 2014 dengan harga pokoknya sebesar 67% per kg, tapi harga jual eceran naiknya hampir dua kali lipat. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar merasa aneh harga gas di Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara lainnya.  Padahal, Indonesia adalah pemasok gas terbesar dunia.

"Seharusnya Indonesia lebih murah karena dipasok dari dalam negeri,"ujar Marwan dalam pernyataannya, Senin(6/1/2014).

Karena itulah Marwan meminta dilakukannya audit independen terhadap perusahaan pertambangan di Indonesia. Hal itu dilakukan guna mengetahui kapasitas produksi gas sebenarnya di dalam negeri.

"Harus dilakukan audit oleh lembaga independen," ujarnya.

Menurut Marwan, kebutuhan gas dalam negeri harus menjadi prioritas daripada mengekspor gas sedangkan dalam negeri mengalami kekurangan.

"Harus ada kebijakan yang komprehensif mengenai gas karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Jangan sampai ada kelangkaan gas sedangkan produksi gas kita melimpah," ujar Ketua Fraksi PKB di DPR ini.

Selain itu, lanjut Marwan, pemerintah harus secepatnya menyelesaikan renegosiasi kontrak di bidang pertambangan yang merugikan negara dan rakyat.

"Karena itu amanat dari Undang-Undang No 4/2009 tentangan Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba) yang hingga kini sebagian pembahasan masih cukup alot,"ujarnya.

"Targetnya harus bisa meningkatkan royalti untuk pemerintah, adanya transparansi pengelolaan tambang, dan adanya batasan mengenai luas area yang tidak merugikan pemerintah," tambahnya.

Marwan menjelaskan, Indonesia mempunyai cadangan gas yang cukup besar, ada sumber gas Tangguh di Teluk Bintuni Papua Barat, itu salah satu sumber gas terbesar di dunia. Diperkirakan akan mencapai ratusan tahun lamanya jika dieksplorasi.

Selain itu, lanjut Marwan, ada potensi gas Lapangan Abadi di Blok Masela Kab. Maluku Tenggara Barat, Maluku, diperkirakan bisa menghasilkan minyak dan gas lebih besar dari Lapangan Tangguh.

"Ada West Madura Offshore (WMO) yang kapasitas produksi minyak dan gasnya dari tahun ke tahun selalu meningkat, PT Arun Natural Gas Liquefaction, yang melakukan eksplorasi sumber gas di Arun, Aceh," ujar Marwan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini