Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Mahfud MD mengungkapkan sebuah rahasia kenapa dirinya mundur dalam konvensi Partai Demokrat. Sebuah komunikasi rahasia sempat terjadi antara Mahfud dengan Dahlan Iskan saat mendapatkan undangan panitia konvensi partai belambang bintang mercy tersebut.
Dikatakan mantan ketua Mahkamah Konstitusi ini bila dirinya bersama Dahlan Iskan dianggap sebagai pendekar, maka tidak ada yang namanya pendekar bertarung. Sehingga Mahfud memutuskan untuk mundur dari konvensi Demokrat.
"Kita rugi kalau maju bersama," kata Mahfud dalam diskusi bersama Dahlan Iskan di Padepokan Demi Indonesia, Jalan Hang Tuah Nomor 59, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2014).
Dikatakannya, berdasarkan survei internal Mahfud MD, Jusuf Kalla, dan Dahlan Iskan termasuk orang-orang kuat untuk maju dalam konvensi partai Demokrat. Tetapi Mahfud dan Jusuf Kalla memilih tidak ikut dalam penjaringan calon presiden dari Partai Demokrat tersebut.
"Saya bilang, Pak Dahlan saja yang maju, nanti suatu saat kita akan bertemu di ujung," ucap Mahfud.
Ia pun sempat berkata kepada Dahlan, bahwa dirinya merasa senang kalau yang terpilih Dahlan Iskan. Dikatakan Mahfud sebagai sesama pendekar dirinya tidak mungkin saling bertarung.
"Biasanya pendekar lawannya penjahat," katanya.
Rahasia yang diungkapkan Mahfud pun diamini Dahlan Iskan, komunikasi Mahfud kepada dirinya terjadi lewat pesan singkat yang hingga kini masih disimpannya sebagai sebuah kenang-kenangan.
"Saya sebetulnya merahasiakan komunikasi dengan lewat SMS itu dan saya masih simpan itu," ucapnya.
Pernyataan kedua tokoh tersebut pun ditimpali Effendi Ghazali selaku moderator diskusi. "Ini benar-benar rahasia, saking rahasianya anggota konvesi pun nggak tahu," katanya.
Baca tanpa iklan