News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Calon Presiden 2014

Akademisi Australia Nilai Jokowi Bakal Menangkan Pilpres

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi (dua kiri) berdoa saat menghadiri pemakaman personel Koes Plus, Kasmuri atau yang lebih dikenal sebagai Murry Koes Plus di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur, Sabtu (1/2/2014). Murry meninggal dunia dalam usia 64 tahun karena sakit. (Tribunnews/Jeprima)

Tribunnews.com, JAKARTA-- Para akademisi Australia menilai Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berpeluang lebih besar menang ketimbang Gita Wirjawan dalam bursa pemilihan presiden (Pilpres) mendatang.

Seperti dikutip dari ABC Australia, Akademisi Australia dan ahli Indonesia dari Australian National University Profesor Greg Fealy, mengatakan Gita tidak populer, dan tidak mungkin  menang.

Untuk Australia, kata Profesor Fealy, majunya Gita sebagai kandidat Capres Indonesia bukanlah kabar baik bagi dunia perdagangan Australia. Hal ini dikatakannya mengacu pada pengalaman dan kebijakan Gita selama menjabat Menteri Perdagangan.

Profesor Fealy mengatakan salah satu yang negatif terhadap perdagangan Australia adalah suspensi impor daging sapi. Menurutnya, hal itu adalah sesuatu yang mengecewakan Australia sebagai mitra dagang Indonesia.

"Jika ia menjadi capres, banyak orang di sektor perdagangan Australia akan menjadi sangat khawatir tentang hal itu," Profesor Fealy mengatakan.

Menurut dia, Capres lebih populer adalah Gubernur DKI Jakarta, Jokowi, yang muncul kurang antagonis kebijakan-kebijakan terhadap Australia.

Hal senada juga disampaikan Profesor Greg Barton, bahwa Jokowi jauh lebih populer. " Ia telah menjadi pemimpin yang kompeten dan diam-diam menginspirasi (sebagai Gubernur DKI Jakarta). Dan jika dia mendapat anggukan dari Megawati Sukarnoputri, Ketua Partai PDIP, ia akan hampir pasti memenangkan pemilihan Presiden," kata Profesor Barton.

(Andri Malau)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini