News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kurikulum 2014 Ajarkan Anak Didik Perhatian Pakaian Dalam

Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh meninjau pelaksanaan pemeriksaan lembar jawaban Ujian Nasional (LJUN) 2014 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta Timur, Rabu (16/4/2014). Peninjauan dilakukan agar hasil pemeriksaan hasil UN di seluruh sekolah di kawasan DKI Jakarta berjalan lancar. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh memastikan pelajaran sistem reproduksi masuk dalam kurikulum 2014. Dia mengatakan kebijakan itu merupakan salah satu bentuk pencegahan tindak kekerasan seksual pada anak.

Dalam kurikulum tersebut, anak kelas 1 SD sudah mulai diberikan pelajaran sistem reproduksi. "Pelajaran reproduksi untuk anak kelas 1 SD jangan dibayangkan dijelaskan secara biologi, tapi masuk dalam tema," kata Nuh, Jumat (16/5/2014).

Nuh mencontohkan, tema tentang kebersihan diri pun bisa memuat materi soal pelajaran reproduksi itu. "Menyangkut kebersihan diri, (dijarkan) termasuk underwear awareness. Jadi, anak-anak diajarkan untuk lebih perhatian terhadap daerah-daerah tubuh yang ditutupi underwear," kata Nuh.

Contoh cara pengajaran soal kesadaran pengenaan pakaian dalam itu pun dituturkan Nuh. "Yang ditutupi itu barang mahal. Barang mahal pasti dirangkapi dobel-dobel. Beda dengan kuping, dahi yang dibiarkan terbuka kan," kata dia di Kantor Kemendikbud.

Selain pendidikan sistem reproduksi, imbuh Nuh, kurikulum 2014 juga memasukkan pendidikan pemberdayaan anak. Adapun pendidikan agama dan budi pekerti tetap menjadi pendidikan yang wajib ada dalam kurikulum 2014.

Menurut Nuh, pada akhir Mei 2014 akan ada aksi yang ditandatangani para aktivis dan lembaga sebagai bagian dari komitmen untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak. Dia menyebutkan beberapa aktivis dan lembaga yang terlibat dalam aksi itu antara lain Yeny Wahid, Linda Gumelar, KPAI, dan Kementerian Kesehatan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini