TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Angkutan Udara Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Djoko Murjatmodjo, mengungkapkan bahwa pesawat Air Asia yang hilang di perairan Belitung Timur sempat terkena cuaca buruk.
"Informasi dia menghadapi cuaca buruk di daerah itu," ujar Djoko di Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas), Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (28/12/2014).
Djoko memaparkan karena kondisi cuaca yang memburuk, pilot Air Asia menaikkan pesawatnya hingga 38 ribu kaki. Tujuannya agar menghindari cuaca buruk tersebut. "Oleh sebab itu, pilot meminta bergeser ke kiri. Naik ke 38 ribu," ungkap Djoko.
Menurut Djoko, karena faktor cuaca buruk tersebut, pesawat Air Asia tidak bisa menghindari. Hingga saat ini pemerintah masih menunggu jawaban dari KNKT terkait cuaca yang diduga menimpa pesawat Air Asia sampai hilang.
"Cuaca tidak bisa dihindari. Jadi kita belum bisa berbicara banyak. Sebab-sebanya menunggu KNKT. Tunggu. Yang pasti pesawat hilang kontak," papar Djoko.
Pesawat Air Asia yang terbang ke perairan Belitung Timur, Bangka Belitung, dikabarkan menghilang. Pesawat Air Asia tipe Airbus 320 dengan nomor penerbangan QZ 8501 membawa 138 penumpang.
"Komposisi penumpang 138 dewasa terdiri dari 16 anak-anak, dan satu bayi," ujar laporan dari Air Traffic Control kepada Tribunnews.com, Minggu (28/12/2014).
Pihak ATC sudah menegaksan pesawat Air Asia tersebut hilang pukul 07.55 WIB. "ATC sudah declare lost pukul 07.55 WIB," tegas laporan dari ATC.
Baca tanpa iklan