News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Distribusi Raskin yang Tidak Merata Picu Kenaikan Harga Beras

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, mengatakan, penyebab naiknya harga beras dan langkanya pasokan, adalah karena beras miskin (raskin) tidak dibagi secara merata.

Masyarakat yang tadinya ditargetkan menerima raskin, akhirnya membeli beras kelas medium, dan membuat pasokan beras di pasaran berkurang, sehingga mendongkrak harga.

Sofyan mengatakan, permasalahan penyebaran raskin sudah dimulai sejak November-Desember 2015, ditambah dengan Januari-Februari yang penyerapannya sangat lambat.

"Total januari Februari cuma 144 ribu ton beras, Jadi pasokan memang kurang, dan pasar melihatnya ini," katanya kepada wartawan usai menghadiri rapat bersama Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dan sejumlah menteri untuk membahas naiknya harga beras, di kantor Wapres, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2015).

Pemerintah sudah sempat menelusuri permasalahan distribusi raskin, diketahui masalahnya antara lain karena banyak yang menerima kurang dari jatahnya, dan ada kepala daerah yang membagi raskin secara merata, termasuk untuk keluarga mampu.

"Ini karena masalah administrasi saja, kita Ingin memperbaiki itu, kita bereskan itu dulu semua," jelasnya.

Namun demikian, fenomena itu hanyalah sementara, dan tidak terjadi merata di seluruh Indonesia. Kata dia bahkan di sejumlah kota harga berasnya turun.

Bulog, kata Sofyan, masih memiliki cadangan beras sebanyak 1,3 juta ton. Rencananya pemerintah akan mengucurkan 300 ribu ton untuk didistribusikan ke penerima raskin, yang sebelumnya sempat menjadi korban atas pendistribusian yang tidak tepat sasaran. Dengan demikian diharapkan harga akan kembali normal.

Para Bupati, Wali Kota dan Gubernur rencananya akan mengirimkan Surat Pengajuan Alokasi (SPA), dan akan merinci berapa banyak raskin yang mereka butuhkan. Dengan demikian pemerintah bisa memastikan, berapa kebutuhan masing-masing daerah.

"Selain itu sebentar lagi kan masa panen raya, mudah-mudahan pasokan melimpah," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini