Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan berbincang santai sambil duduk lesehan. Ia menjelaskan mengenai Kongres PAN yang akan berlangsung akhir Februari 2015 di Bali.
Zulkifli menjelaskan jumlah pemilik suara pada Kongres PAN sekitar 590 kader yang rata-rata berusia muda. Ia juga menuturkan mengenai dukungan Ketua MPP PAN Amien Rais kepada dirinya.
"Ya kalau Pak Amien bukan soal dukung mendukung. Pak Amien ingin tradisi bagus. Ketum harus sekali faktanya kalau yan maju tinggal saya itu soal lain. Pak Amien sudah bilang set down. Pak Amien sebagai pendiri pan tidak ingin seperti partai lain. Sungguh-sungguh mewakili aspirasi masyarakat," kata Zulkifli di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (23/2/2015).
Ia pun tidak melihat adanya konflik besar di tubuh PAN. Meskipun Zulkifli bersaing dengan calon incumbent Hatta Rajasa memperebutkan kursi ketua umum PAN.
"Di PAN mudah-mudahan karena kekeluargaan kuat, mudah-mudahan akur-akur saja. Pemilihan ketum hanya salah satu agenda. PAN dijadikan rumah besar indonesia dan ingin ada tradisi baru parpol di tanah air," tutur Ketua MPR itu.
Jika terpilih, Zulkifli Hasan menginginkan kepemimpinan yang kolektif kolegial. Dimana capres akan dipilih melalui sistem konvensi. Sedangkan Pilkada seperti bupati maka mekanisme diserahkan kepada pengurus daerah.
"Pilpres konvensi agar tidak tiap orang yang cita-cita jadi capres tidak bikin partai. Nanti Pak Jimly, Pak Mahfud, Pak Din kita ajak, Pak Akbar Tanjung diajak," katanya.
Baca tanpa iklan