News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hukuman Mati

BIN Minta Kepolisian dan Intelijen Australia Amankan KJRI Sydney

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Cat warna darah ditumpahkan orang tak dikenal di KJRI Sydney, Australia, Senin (2/3/2015).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Imanuel Nicolas Manafe

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman meminta kepolisian Australia dan badan intelijen Australia mengamankan kawasan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI)

"Mereka (polisi dan badan intelijen) bertanggung jawab untuk mengamankan KJRI," ujar Marciano kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2015).

Pelemparan cat merah darah di KJRI Sydney, Senin (2/3/2015), dilakukan oleh orang tidak dikenal yang kecewa keputusan Indonesia tetap mengeksekusi mati dua warga negara Australia yang menjadi terpidana kasus narkoba, Myuran Sukurmaran dan Andrew Chan dari kelompok Bali Nine.

"KJRI itu dilempar oleh orang tidak dikenal dan itu pasti ungkapan ketidakpuasan pada eksekusi," ungkap Marciano yang mengaku pelaku pelemparan tersebut belum diketahui identitasnya.

Mengenai upaya protes serupa di beberapa KJRI yang berada di negara yang protes terhadap hukuman mati, Pemerintah Indonesia telah meminta atensi agar aparat kepolisian dari negara itu memberikan pengamanan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini