News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Polri Vs KPK

Yunus Husein Sudah Bersumpah di Depan JK Mengklarifikasi Rekening Gendut

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein menunggu waktu menjadi saksi ahli dalam sidang kasus dugaan tindak pidana pencucian uang terkait korupsi simulator SIM dengan terdakwa Inspektur Jenderal Djoko Susilo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2013). Enam orang ahli dari berbagai bidang di hadirkan dalam sidang Simulator SIM dan pencucian uang. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla atau yang akrab dipanggil JK mengaku sudah mengklarifikasi langsung isu kepemilikan rekening gendut oleh sejumlah Jendral Polisi, ke mantan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Yunus Husein.

Dalam konfrensi persnya bersama tim Sembilan di kantor Wapres, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2015), Wapres mengaku menemui Yunus sekitar dua minggu lalu di sebuah Masjid. Yunus di depan Wapres bersumpah, bahwa isu yang sudah berkembang sejak dia masih menjabat ketua PPATK itu tidak lah benar.

"Pak Yunus Husein bersumpah didepan saya, demi Allah demi Rasul, bahwa isu itu tidak ada. Tidak benar ada isu rekening gendut pada jaman dia," kata JK.

Wapres pun meminta pengajar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia itu untuk mengklarifikasi hal tersebut ke publik. Yunus pun setelahnya langsung mengklarifikasi isu soal kepemilikan rekening gendut oleh Jendral Polisi.

"Di ralat beberapa waktu kemudian ini untuk menjelaskan bahwa apa yang selama ini menjadi latarbelakang, semua soal itu tidak benar," ujar JK.

Hal itu kata JK juga sudah ia jelaskan ke tim Sembilan yang menemuinya untuk membicarakan konflik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) - Polri, dan tindakan kriminalisasi terhadap petinggi KPK dan para pendukung lembaga anti rasuah tersebut.

Sementara itu ketua tim Sembilan, Buya Syafii Maarif dalam kesempatan yang sama mengingatkan isu rekening gendut itu sudah begitu meluas di masyarakat, dan tidak jelas sejauh mana kebenarannya.

"Nggak tahu kita yang sebenarnya, sampai dimana benarnya itu. Kan itu juga yang menyebabkan macam-macam penafsiran. Ini sudah negatif sekali," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini