News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hari Kartini

Cak Imin: RA Kartini Inspirasi bagi Kaum Perempuan

Editor: Rachmat Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengungkapkan tokoh perempuan RA Kartini bisa menjadi inspirasi. Peran pesantren, juga diperlukan dalam memberikan pendidikan kepada kaum perempuan.

Cak Imin kemudian mencontohkan, Pondok Pesantren Denanyar yang menjadi persantren pertama yang membuka kelas khusus bagi perempuan. Karenanya, ia berharap setiap perempuan dapat aktif, berperan di masyarakat.

"Sejak dibukanya sekolah perempuan. Maka, perempuan Muslimah di Jawa Timur punya peran," kata Cak Imin dalam talk show bertema 'Perempuan Desa Membangun Bangsa' di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2015) kemarin.

Dengan talk show yang diselenggarakan, Cak Imin juga mengharapkan para perempuan menggali lebih dalam, terutama terkait peran perempuan di pedesaan yang tingkat pendidikan, ekonomi, serta keterbatasan akses informasi yang minim. Ia mengingatkan, masih banyaknya perempuan yang menjadi korban trafficking.

Di tempat yang sama, Plt Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Suprayogo Hadi menyatakan, harus sudah dilakukan perubahan paradigma dari membangun desa menjadi desa membangun. Tentunya, harapannya, bisa dimanfaatkan oleh semua lapisan masyarakat, termasuk kaum perempuan.

"Salah satunya kegiatan produktif yang masih berjalan di desa saat ini adalah simpan pinjam kelompok perempuan. "Ini bisa dimanfaatkan dan potensial untuk pengembangan ekonomi pedesaan," ujar Suprayogo.

Kegiatan simpan pinjam kelompok perempuan, lanjutnya, ke depannya dapat dikembangkan menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sehingga peran perempuan tidak hanya sebagai objek, akan tetapi juga sebagai subjek.

"Perempuan harus ikut dalam proses musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbang Desa), agar bener-bener bisa mengapresiasi suara perempuan," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini