News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pengamat: Dikhawatirkan Terjadi Eksodus Etnis Rohingya ke Indonesia

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sekelompok pengungsi Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh tidur di sebuah auditorium olahraga pemerintah di Lhoksukon di Provinsi Aceh pada 12 Mei 2015 setelah tim penyelamat Indonesia menemukan perahu mereka membawa 573 penumpang terdampar di perairan utara Aceh provinsi. Hampir 2.000 orang perahu dari Myanmar dan Bangladesh telah diselamatkan atau berenang ke pantai di Malaysia dan Indonesia. AFP PHOTO / CHAIDEER MAHYUDDIN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Edwin Firdaus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia tak salah membantu pengungsi Rohingya tapi tetap hati-hati. Jika Indonesia menyatakan terbuka dan menerima mereka seutuhnya, maka bakal ada eksodus etnis Rohingya.

"Indonesia pun akan berubah dari negara transit menjadi negara tujuan pengungsi," ujar guru besar hukum internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana di Jakarta, Minggu (24/5/2015).

Hikmahanto mengingatkan posisi Indonesia bukan peserta Konvensi tentang Pengungsi pada 1951. Sehingga, kata dia, Indonesia tidak ada kewajiban menerima pengungsi Rohingya sekian lama.

Pemerintah harus sadar terhadap nasib warganya sendiri yang masih terbelenggu kemiskinan. Terlalu banyak membela warga asing dan mengabaikan warga sendiri dapat menimbulkan kecemburuan sosial dan berbagai konsekuensi turunannya.

Ia mengusulkan agar Indonesia memulangkan pengungsi Rohingya ke Myanmar. Apalagi Myanmar sudah bersedia menerima kembali masyarakat Rohingya, meski mereka dibayang-bayangi ketakutan karena kerap dikejar-kejar pemerintah.

Jika opsi ini tak kena, kata Hikmahanto, Indonesia bisa mendesak negara-negara peserta Konvensi Pengungsi atau negara non peserta bisa menampung pengungsi Rohingya.

Masyarakat internasional bahkan dapat menekan Australia sebagai negara peserta konvensi untuk menerima pengungsi. "Begitu juga dengan negara peserta Konvensi Pengungsi lain," tambahnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini