TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri, Komjen Pol Budi Waseso mengungkapkan pihaknya telah membuat tim untuk mengusut peredaran narkoba yang melibatkan cucu bekas Menteri Koordinator bidang Ekonomi dan Industri.
"Hari ini terus dikembangkan, membuat tiga tim untuk telusuri itu," ujar Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2015).
Pria yang sapaan akrabnya Buwas itu menjelaskan tim yang telah dibentuk tersebut bertujuan untuk memetakan jaringan pengedar narkoba dengan lapas maupun jaringan di luar Indonesia.
"Termasuk jaringannya dengan lapas, dengan jaringan lain di luar Indonesia, itu kita telurusi semua," kata Budi Waseso..
Namun, Budi Waseso belum bisa memastikan apakah jaringan pengedar dalam kasus tersebut merupakan pemain besar atau tidak dan apa peran dari SF, narapaidana yang terlibat kasus ini.
"Kami belum bisa pastikan, tapi yang jelas kami dalami terus. Kalau sekarang belum kami pastikan perannya apa," ucap Budi Waseso..
Diberitakan sebelumnya, pada hari Minggu, 2 Agustus 2015, polisi menangkap dua pelaku kejahatan narkotika. Mereka adalah Reza Alexander Prawiro dan Armada.
Direktur Direktorat Narkoba Polri, Brigjen Pol Anjan Pramuka Putra mengaku pengungkapan terhadap Rubi alias Qubil pada Sabtu dini hari sebelumnya.
Keduanya pun lalu ditangkap secara terpisah, cucu mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Industri (Menko Ekuin), Reza ditangkap dirumahnya di Jalan Darmawangsa. Sementara Armada diciduk di apartemennya, Bellagio.