News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

NU Gelar Doa Bersama untuk Turunkan Nilai Tukar Dollar AS

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BELI DOLAR - Masyarakat membeli 60 ribu dolar walaupun harga dolar menembus Rp 14.000/perdolar di penukaran uang Jalan Kwitang, Jakarta Pusat, Senin(24/8/2015). Masyarakat membeli dolar untuk membayar kebutuhan bisnis, perjalanan luar negari dan kebutuhan bayar lainnya. Warta Kota/henry lopulalan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk merespon terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar doa bersama atau istigosah, di Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2015).

Sekjen PBNU, Helmi Faishal Zaini, kepada wartawan di lokasi acara menyebutkan pihaknya turut prihatin dengan kondisi Indonesia saat ini, yang menyebabkan harga-harga melambung tinggi, sehingga menyulitkan rakyat kecil.

"Kami doa bersama agar kondisi Indonesia membaik, karena harga bahan pokok sedang melambung, akibat melemahnya kurs rupiah terhadap dollar (Amerika Serikat)," katanya.

Keadaan tersebut juga membuat pabrik-pabrik di Indonesia terancam mem PHK (Putus Hubungan Kerja) karyawan karawan nya. Tentunya bila hal tersebut terjadi, kondisi Indonesia akan makin terpuruk.

Di acara yang digelar siang ini, rencananya juga digelar acara pelantikan pengurus PBNU periode 2015-2020, hasil muktamar Jombang yang digelar Agustus lalu. Dalam muktamar yang sempat diwarnai dengan konflik itu, KH.Said Aqil Siraj kembali terpilih sebagai Ketua PBNU.

Helmy yang merupakan mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal mengatakan, di acara hari ini juga akan disosialisasikan program-program pengurus baru.

"Kita akan sampaikan program prioritas, Pendidikan keagamaan, kesehatan masyarakat, dan pengembangan ekonomi," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini