News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pansus Pelindo II

Pansus Pelindo II Harus Berani Panggil Rini Soemarno

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Gerakan Nasionalisasi Aset melakukan aksi di depan Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2015). Dalam aksinya mereka meminta pemerintah membatalkan perpanjangan kontrak JICT dengan pihak asing, mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di Pelindo II, menghapuskan outsourcing bagi pekerja dan menasionalisasikan seluruh aset yang masih dikuasai asing. Warta Kota/henry lopulalan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Energi Watch, Ferdinand Hutahahean meminta Pansus Pelindo II yang akan segera mulai bekerja diharapkan berani memanggil Menteri BUMN Rini Soemarno.

Menurut Ferdinand, Rini perlu dipanggil untuk diminta keterangan terkait Pelindo II lantaran dianggap ikut bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Pelindo.

"Rini layak dipanggil," kata Ferdinand kepada wartawan, Rabu (21/10/2015).

Menurut dia, Pansus juga harus membuka fakta yang terjadi dan segera diserahkan ke pihak berwajib. Setidaknya ada dua kasus yang harus jadi fokus Pansus.

Pertama, dugaan gratifikasi Dirut Pelindo II, RJ Lino ke Rini. Kedua, kasus dugaan korupsi pada pengadaan mobil crane.

"Usut tuntas dan hadapkan mereka (Lino dan Rini) pada proses hukum dan politik," katanya.

Janji untuk mengungkap dugaan penyimpangan Pelindo II juga sudah disampaikan Ketua Pansus Pelindo II Rieke Diah Pitaloka. Termasuk isu yang menyangkut Rini Soemarno.

Pansus Pelindo II adalah pansus penyidikan, yang berdasarkan UU 17/2014 tentang MD3, punya wewenang memanggil siapa pun. Dari warga negara biasa, badan hukum, pejabat pemerintah hingga pejabat negara.

Bahkan, kata politisi PDI-P itu, pemanggilan paksa bisa dilakukan apabila yang bersangkutan menolak dipanggil tanpa alasan jelas.

Rieke juga berharap pansus ini juga bisa jadi pintu masuk untuk pembenahan BUMN secara keseluruhan untuk kepentingan rakyat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini