News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Nama Presiden dan Wapres Dicatut

Pemerintah Tak Tekan Freeport, Giliran Oportunis Cari Untung

Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Massa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Peduli Aset Bangsa (FMPAB), berunjukrasa di depan gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (20/11/2015). Mereka meminta KPK untuk mengusut sejumlah pejabat yang diduga terlibat dalam proses perpanjangan kontrak kerja PT Freeport. TRIBUNNEWS/HERUDIN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah seharusnya terus mendorong Freeport untuk memenuhi kewajibannya membangun fasilitas peleburan dan pemurnian konsentrat.

Direktur Asosiasi Politik Ekonomi Indonesia (APEI), Salamuddin Daeng, menilai sikap abai pemerintah menimbulkan kegaduhan di eksekutif dan legislatif.

"Pemerintah terperangkap perasaan tidak percaya diri. Ketidakpercayaan itu membuat oportunis mengambil tindakan aman bagi mereka," kata Salamuddin dalam diskusi di Jakarta Selatan, Minggu (22/11/2015).

Sesuai Undang-Undang No 4 tahun 2009 tentang mineral dan batu bara (minerba), Freeport wajib membangun fasilitas peleburan dan pemurnian konsentrat tapi hingga kini tersebut belum ada.

Dibangunnya fasilitas tersebut, pemerintah Indonesia akan mendapat keuntungan karena produk yang diekspor bukan sekadar bahan mentah.

Dengan fasilitas peleburan dan pemurnian konsentrat, sambung Salamuddin, pemerintah bisa mengetahui lebih rinci produksi Freeport. "Selama ini kita hanya tahu dari hitungan mereka," beber dia.

Kebijakan Freeport lainnya adalah divestasi yang menurut Peraturan Pemerintah No 77 tahun 2014, 20 persen saham Freeport harus dimiliki Indonesia, sementara saat ini saham Indonesia sekitar 9,36 persen.

Kontrak Freeport dijadwalkan habis 2021 mendatang, dan negosiasi perpanjangan baru bisa digelar pada 2019 mendatang. Namun sebelum negosiasi dibuka, kegaduhan sudah banyak terjadi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini