News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ledakan Bom di Sarinah

Dirut BEI: Aksi 'Panic Selling' Hanya Bersifat Sementara

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas mengangkat jenazah korban peledakan bom di pos polisi Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1/2016). Ledakan bom yang disusul baku tembak yang dilakukan oleh 7 orang pelaku dengan korban tewas 3 orang dan 4 orang dilumpuhkan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISNAWAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menilai adanya aksi jual bersama-sama secara dadakan pasca terjadi ledakan bom Sarinah, Jakarta Pusat hanya bersifat sementara.

"Bom ini membuat panic selling tapi hanya sementara, kalau kami investasi, katakanlah di Bolivia ada bom juga pasti dijual dulu," ujar Tito di Jakarta, Kamis (14/1/2016).

Tito memperkirakan, kepanikan investor tersebut akan meredah setelah tindakan pemerintah dapat bergerak cepat menangkap semua pelaku peledakan bom di Sarinah.

‎Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini ditutup melemah 23,99 poin atau 0,53 persen ke level 4.513,18.

Sementara kelompok 45 saham unggulan yakni indeks LQ45 turun 4,17 poin atau 0,53 persen ke posisi 789,13.

Terdapat 88 saham ditutup menguat, 190 saham turun, dan 82 saham tidak mengalami perubahan atau stagnan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini