News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ledakan Bom di Sarinah

BIN Bisa Tangkap Pelaku Teror, Wapres JK: Tunggu Kesepakatan Pemerintah dan DPR

Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas mengangkat jenazah korban peledakan bom di pos polisi Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1/2016). Ledakan bom yang disusul baku tembak yang dilakukan oleh 7 orang pelaku dengan korban tewas 3 orang dan 4 orang dilumpuhkan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISNAWAN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tak menutup kemungkinan kewenangan bertambah Badan Intelijen Negara yaitu dapat menangkap pelaku teror di Indonesia.

Menurut Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, gagasan menambah kewenangan BIN bisa direalisasikan bila pemerintah dan DPR sepakat merevisi Undang-Undang Terorisme.

"Nanti dibicarakan, ini kan perubahan undang-undang, jadi antara pemerintah dan DPR," kata pria yang akrab disapa JK di kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (19/1/2016).

Kepala BIN, Sutiyoso, berharap lembaganya memiliki tambahan kewenangan menyikapi pelaku teror ke depannya.

Ia berharap ada revisi Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang pemberantasan terorisme, satu di antaranya memberikan kewenangan anggota BIN menangkap pelaku teror.

Tindakan penangkapan personel BIN terhadap pelaku teror untuk mengantisipasi, salah satunya, terulangnya kasus penembakan dan pengeboman di Pos Polisi Sarinah dan kedai kopi Starbucks di Jalan MH Thamrin pada Kamis (14/1/2016).

Terlepas jadi tidaknya revisi tersebut, JK menilai BIN dan penegak hukum lainnya dapat berkoordinasi secara baik untuk memberantas terorisme.

"Perlu kordinasi yang lebih baik antara intelijen, Polisi dan masyarakat," ujar politikus senior Partai Golkar itu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini