Laporan Wartawan Tribunnews.com, Amriyono Prakoso
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar meyakinkan Presiden Joko Widodo yang hadir di Mukernas PKB jika pihaknya tetap berada di samping presiden saat Indonesia menghadapi ketatnya persaingan global.
"Kami akan tetap berada di samping presiden dan pemerintah untuk menjalankan roda pemerintahan dan terus mendorong kebijakan dari pemerintah," jelasnya saat pembukaan Mukernas PKB di JCC, Jakarta, Jumat (5/2/2016).
Muhaimin mengatakan terdapat tiga hal yang dibutuhkan agar Indonesia dapat survive dari persaingan global yang dinilai ketat dan kerap kali jahat.
Pertama, ilmu dari ulama baik dari kiai dan cendikiawan, kedua pemimpin yang adil, dan ketiga partisipasi masyarakat, termasuk orang kaya yang dermawan dan yang terakhir adalah doa orang miskin.
Dia menyebutkan bahwa setidaknya, terdapat dua hal yang sangat mungkin bagi PKB untuk melakukan hal tersebut, yaitu mendapatkan bantuan dari orang kaya yang dermawan dan doa orang miskin.
"Kami bisa langsung lakukan dua sekaligus. Dapat bantuan dari orang kaya dan doa orang miskin. Ini PKB banget. Kami pasti bantu," kata Cak Imin seraya disambut tawa peserta Mukernas.
Hal tersebut, lanjut Cak Imin merupakan hal-hal yang penting untuk dilakukan pemerintah dan masyarakat sesuai dengan ajaran Islam untuk membangun negara yang adil dan makmur.
Cak Imin menjelaskan Indonesia masih berada di posisi 37 dalam indikator daya saing versi World Economic Forum dari seluruh dunia dan di kawasan Asia, Indonesia masih berada di bawah Malaysia dan Singapura.
Sementara dari kualitas daya saing sumber daya manusia yang diteliti oleh UNDP, indeks pembangunan manusia Indonesia berada di posisi 110 dari 188 negara. Sementara indeks pembangunan manusia di Indonesia berada di posisi 5, masih di bawah Singapura dan Malaysia.
Baca tanpa iklan