News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Muhaimin Iskandar Janji PKB Tetap Berada di Samping Presiden

Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar menggelar jumpa pers terkait pelaksanaan Mukernas, di kantor PKB, Jakarta Pusat, Selasa (2/2/2016). Mukernas yang akan diadakan 5-6 Februari ini akan membahas program kerja partai dan tiga isu yang tengah berkembang di masyarakat, salah satunya soal lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Amriyono Prakoso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar meyakinkan Presiden Joko Widodo yang hadir di Mukernas PKB jika pihaknya tetap berada di samping presiden saat Indonesia menghadapi ketatnya persaingan global.

"Kami akan tetap berada di samping presiden dan pemerintah untuk menjalankan roda pemerintahan dan terus mendorong kebijakan dari pemerintah," jelasnya saat pembukaan Mukernas PKB di JCC, Jakarta, Jumat (5/2/2016).

Muhaimin mengatakan terdapat tiga hal yang dibutuhkan agar Indonesia dapat survive dari persaingan global yang dinilai ketat dan kerap kali jahat.

Pertama, ilmu dari ulama baik dari kiai dan cendikiawan, kedua pemimpin yang adil, dan ketiga partisipasi masyarakat, termasuk orang kaya yang dermawan dan yang terakhir adalah doa orang miskin.

Dia menyebutkan bahwa setidaknya, terdapat dua hal yang sangat mungkin bagi PKB untuk melakukan hal tersebut, yaitu mendapatkan bantuan dari orang kaya yang dermawan dan doa orang miskin.

"Kami bisa langsung lakukan dua sekaligus. Dapat bantuan dari orang kaya dan doa orang miskin. Ini PKB banget. Kami pasti bantu," kata Cak Imin seraya disambut tawa peserta Mukernas.

Hal tersebut, lanjut Cak Imin merupakan hal-hal yang penting untuk dilakukan pemerintah dan masyarakat sesuai dengan ajaran Islam untuk membangun negara yang adil dan makmur.

Cak Imin menjelaskan Indonesia masih berada di posisi 37 dalam indikator daya saing versi World Economic Forum dari seluruh dunia dan di kawasan Asia, Indonesia masih berada di bawah Malaysia dan Singapura.

Sementara dari kualitas daya saing sumber daya manusia yang diteliti oleh UNDP, indeks pembangunan manusia Indonesia berada di posisi 110 dari 188 negara. Sementara indeks pembangunan manusia di Indonesia berada di posisi 5, masih di bawah Singapura dan Malaysia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini