News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BNPT Cium Poso Bakal Dijadikan 'Qoidah Aminah' Kelompok Teroris

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen. Pol. Tito Karnavian berikan ketarangan kepada para awak media seputar suka-duka menjadi Kapolda Metro Jaya, usai mengikuti acara Pisah Sambut Kapolda Metro Jaya di Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (21/3/2016). Mantan Kapolda Jawa Barat, Irjen. Pol. Moechgiyarto menjadi Kapolda Metro Jaya menggantikan Komjen. Pol. Tito Karnavian yang mendapat promosi jabatan menjadi Kepala BNPT. TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Tito Karnavian menuturkan wilayah Poso, Sulawesi Tengah akan dijadikan Qoidah Aminah oleh kelompok terorisme.

Qoidah Aminah merupakan daerah aman bagi kelompok mereka.

Untuk itu, Tito membuat program khusus untuk menetralisir radikalisasi di Poso dan Bima, Nusa Tenggara Barat.

"Qoidah Aminah adalah tempat yang menjadi safe base daerah aman dan kemudian tempat itu bisa jadi cikal bakal untuk pembentukan Daulah versi mereka sendiri," kata Tito saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR, Gedung DPR, Jakarta, Rabu (13/4/2106).

Alasan kelompok teroris menjadikan Poso sebagai Qoidah Aminah, kata Tito, disebabkan sebagian masyarakat sekitar mendukung.

Sedangkan hal yang mendasari dukungan dari sebagian masyarakat karena masih ada benih dendam pasca konflik Poso.

"Yang kedua medannya ideal untuk perang gerilya, Poso adalah tempat yang ideal karena gunung-gunungnya saya kira nomor dua terlebat setelah Papua," tuturnya.

Jenderal Bintang Tiga juga mengungkapkan Bima, NTB menjadi tempat kelompok radikal.

"Karena Bima ini digarap oleh kelompok-kelompok radikal, sehingga perlu dilakukan upaya khusus program khusus untuk menetralisir berkembangnya terorisme dan radikalisme pro kekerasan di Bima," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini