TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Tantowi Yahya menduga bahwa jual beli senjata ilegal untuk pengadaan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dibeli oleh oknum Paspampres di era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.
"Pembelian senjata ilegal itu terjadi di tahun 2014," ujar Tantowi saat dihubungi, Sabtu (9/7/2016).
Tantowi yang merupakan anggota dewan dari Fraksi Golkar ini menduga transaksi jual beli tersebut dibeli ketika Presiden SBY sedang menghadiri sidang PBB di New York.
"Itu ketika Presiden SBY menghadiri Sidang PBB di NY. Saya yakin Pak SBY baru tahu sekarang bahwa pesawat kepresidenan membawa senjata ilegal," kata Tantowi.
Diberitakan sebelumnya, seorang serdadu Amerika Serikat mengaku bersalah terlibat dalam pembelian sejumlah senjata api secara ilegal untuk anggota Paspampres Indonesia.
Dalam siaran pers yang dikeluarkan Departemen Hukum Amerika Serikat, seorang serdadu AS Bernama Audi N Sumilat mengaku di pengadilan federal telah membuat pernyataan palsu ketika membeli senjata api di dealer resmi senjata, pada september dan Oktober 2015.
Sumilat mengaku dia dan ketiga anggota Paspampres membuat rencana ini pada Oktober 2014, saat keempatnya ditempatkan dalam pelatihan militer di Fort Benning, Georgia.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak TNI maupun dari Pihak Paspampres terkait berita tersebut.
Baca tanpa iklan