News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Maruarar: Jokowi Bikin Sejarah Memilih Kapolri

Editor: Rachmat Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bersama politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat sejarah baru dalam tata kelola pemerintahan. Banyak hal dilakukan Presiden yang dianggap keluar dari kebiasaan lama.

 Misalnya, dalam memilih Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Jokowi langsung memilih Tito meskipun ada jarak angkatan dengan Badrodin Haiti. Namun Jokowi tetap memilih Tito, yang berprestasi saat menjadi Densus 88, Kapolda Papua maupun Kapolda Metro Jaya.

“Dan kini Polri sudah melakukan reformsi di internal Polri dan judah ada perubahan-perubahan yang berarti,” kata politisi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, saat menjadi narasumber dalam hasil survei rilis SMRC terkait dengan Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Jakarta (Minggu, 23/10/2016).

Hal yang sama, juga dilakukan saat memilih Panglima TNI Benderal Gatos Nurmantyo. Kebiasaan lama, Panglima TNI dipilih berdasarkan sistem urut kacang dan bergantian dari tiap-tiap angkatan.

Era Jokowi, puji Ara, diubah, lebih mementingkan sistem meritokrasi dan melihat kaspitas.

“Pak Jokowi memilih Panglima TNI, yaitu Jenderal Gatot Nurmantyo, yang merupakan Pangkostrad di era Pak SBY lalu menjadi KSAD. Pak Jokowi memilih Pak Gatot, yang karirnya naik zaman Pak SBY dan dari Angkatan Darat," ujarnya.

"Panglima TNI sebelumnya juga dari Angkatan Darat. Ini bukti Pak Jokowi menilai berdasarkan kemampuan dan kapasitas,” kata Maruarar.

 Pilihan Jokowi ini, Maruarar menegaskan, tepat. Terbukti, pilihan ini mendapat penerimaan dari Senayan dan dukungan dari publik. Bahkan TNI, bersama dengan Presiden dan KPK, menjadi lembaga yang paling dipercaya publik.

Berdasarkan survey SMRC, masyarakat semakin puas dengan kinerja Jokowi-JK ‎selama dua tahun memimpin bangsa ini.

Menurut Direktur Program Saiful Muzani Research and Consulting (SMRC), Sirojuddin Abbas, mayoritas warga atau sekitar 69 persen sangat atau cukup puas dengan kiner‎ja Jokowi-JK.

Ini merupakan tingkat kepuasan tertinggi sejak Jokowi-JK dilantik. Sirojuddin menjabarkan mayoritas warga atau sekitar 74 persen yakin atas kemampuan Presiden Jokowi memimpin Indonesia ke depan menjadi lebih baik dari sekarang.

Sedangkan 63 persen mengaku puas dengan kinerja Jusuf Kalla sebagai wakil presiden.Jumlah reponden 1220 dengan responden yang dapat diwawancara secara valid sebesar 1035 atau 84,8 persen.

Responden terpilih diwawancarai melalui tatap muka oleh pewawancara yang terlatih. Metode yang digunakan multistage random sampling dengan margin of error sebesar plus minus 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Wawancara lapangan dilakukan pada 13 hingga 17 Oktober 2016.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini