News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Advertorial

Ekspansi Bisnis Angkutan Barang dengan Kereta Api

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Angkutan kereta api memiliki nilai unggul yang tidak dimiliki angkutan darat lainnya. Bergerak di jalurnya sendiri sehingga bebas macet, waktu perjalanan yang lebih terprediksi, dapat mengangkut dengan kapasitas besar, dan bebas pungutan liar, itulah beberapa keunggulan angkutan kereta api. Keunggulan itu telah dimanfaatkan dengan angkutan barang menggunakan kereta api. Di Jawa dan Sumatera, para pelaku usaha pun bahkan sudah menggunakan kereta api sebagai alternatif untuk mendukung distribusi komoditas bisnisnya.

Tak hanya itu, angkutan barang dengan kereta api bahkan didukung dengan nilai tambah yang ditawarkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui anak usahanya yakni PT Kereta Api Logistik (Kalog). PT Kalog melayani distribusi logistik berbasis kereta api dengan kemasan bisnis door to door service untuk memberikan pelayanan yang paripurna bagi pelanggan kereta api yang didukung dengan angkutan pra dan purna.

Fungsi dan peran PT Kalog terhadap jasa layanan yang telah disediakan oleh induknya adalah sebagai pencipta nilai tambah (value-added creator) sepanjang rantai nilai (value chain) layanan distribusi logistik, termasuk layanan yang telah disediakan oleh KAI, seperti angkutan barang dan gudang. Saat ini layanan logistik terpadu PT Kalog telah menjangkau Pulau Jawa dan Sumatera.

Sampai akhir tahun 2015, jaringan kantor layanan PT Kalog berjumlah 79 kantor yang terdiri dari 30 kantor cabang, 25 kantor perwakilan, dan 24 kantor agen. Lini bisnis PT Kalog saat ini mencakup angkutan kontainer, pengelolaan area, angkutan semen, angkutan kurir BHP, angkutan air galon, angkutan pasir, angkutan tepung terigu, loading-unloading batubara. PT Kalog juga melakukan sejumlah kerja sama (Joint Operation) dengan pihak ketiga, diantaranya yaitu joint operation pengelolaan area di Jakarta Gudang, Surabaya Pasar Turi, Benteng Miring, Sungai Lagoa, Kalimas, dan Waru.

Selama tahun 2016, lini bisnis PT Kalog mengalami perkembangan berkat kerjasama dengan berbagai pihak pelaku bisnis angkutan barang. Di lini bisnis container, PT Kalog melayani angkutan Pertamina Lubricant; Layanan angkutan JICT (Jakarta International Container Yard) – CDP (Cikarang Dry Port) dimana tahun depan frekuensi perjalanan akan ditingkatkan dari satu kali perjalanan menjadi dua kali perjalanan setiap hari; Ekspansi dengan menghubungkan angkutan barang baik dari Jakarta dan Surabaya ke Semarang yang juga merupakan layanan transportasi barang berbasis kereta api dan satu-satunya dengan kapasitas 20 TEUS/setiap hari dengan jadwal perjalanan tiga kali seminggu.

Di bisnis non kontainer, PT Kalog melakukan kerjasama dengan produsen baru untuk angkutan semen kapasitas 800 ton/2 hari sekali relasi Kretek–Klari yang telah dijalankan mulai akhir tahun 2015. Selain itu, PT Kalog juga melakukan peningkatan okupansi semen Baturaja dengan relasi Tiga Gajah–Kertapati menjadi  800 ton/setiap hari dari semula 280 ton/2 hari.

Di bisnis kurir,  PT Kalog melakukan beberapa pengembangan diantaranya menetapkan rencana pengoperasian KA ONS lintas selatan dalam waktu dekat, dan peningkatan kapasitas angkut diantaranya penambahan satu gerbong pada KA ONS lintas Utara dan peningkatan kapasitas gerbong barang dari 5 ton menjadi 10 ton pada KA Senja Utama Solo.

Untuk ekspansi bisnisnya, selama tahun 2016, PT Kalog melakukan sinergi dan kerjasama, diantaranya : Kerjasama dengan PT Makaramulya untuk sharing lahan terkait kegiatan bongkar muat angkutan batubara di Stasiun KA Barang Nambo; Kerjasama dengan Pertamina Lubricant untuk angkutan oli menggunakan KA container; dan Kerjasama dengan Cikarang Dry Port terkait angkutan KA barang Pelabuhan relasi JICT – CDP kapasitas 60 Teus/setiap hari.

Hasilnya, pada semester 1 tahun 2016, PT Kalog berhasil mengangkut 35.094 Teus Angkutan Kontainer, 965.228 Ton Angkutan Semen, 10.376 Ton Angkutan BHP Kurir, 1.483.776 Galon Angkutan Air Galon, dan 1.986.865 Ton Lo/Lo Batubara.

PT Kalog juga tengah mengkaji dan mempersiapkan beberapa rencana kerjasama, diantaranya: Kerjasama dengan swasta untuk joint operation pengelolaan area dan angkutan KA Kontainer relasi Gresik – Jakarta stamformasi 30 GD (Gerbong Datar) setiap 2 hari sekali; Sinergi dengan pihak swasta terkait pengoperasian KA Kontainer relasi Sei Mangke – Belawan; dan Kerjasama dengan penyedia jasa kurir ternama untuk memperluas jangkauan layanan KALOG Express. Dengan kerjasama tersebut, KALOG Express akan melayani hingga seluruh Indonesia yang sebelumnya hanya Pulau Jawa.

Pengembangan bisnis PT Kalog tidaklah mudah, ada sejumlah tantangan yang perlu disikapi dengan tepat. Beberapa tantangan tersebut antara lain : Keterbatasan konektivitas jalan rel dengan pelabuhan dan kawasan industri yang masih perlu dibangun dan dioptimalkan; Integrasi pelayanan terpadu antar moda masih belum terbangun dengan baik; Kreatifitas dan inovasi untuk mengembangkan teknologi logistik berbasis kereta api, seperti teknologi material handling, modifikasi/adaptasi sarana yang lebih sesuai kebutuhan pasar, komprehensif dan terpadu; Menjadikan IT sebagai Business Enabler dalam menyelenggarakan jasa logistik berbasis kereta api yang masih perlu dibangun secara terintegrasi, serta mencari teknologi yang tepat sesuai dengan bisnis PT Kalog, terutama yang terkait dengan prasarana atau infrastruktur di area yang belum memadai; Kompetensi dan komposisi SDM dalam bidang logistik berbasis KA masih terbatas.

Sementara, dalam 3 hingga 5 tahun ke dapan, ada beberapa peluang yang dapat dimaksimalkan PT Kalog, diantaranya pengembangan infrastruktur kereta api, seperti Trans Sumatra dan Trans Sulawesi. Ini menjadi tantangan baru untuk memperluas jangkauan pelayanan PT Kalog di luar Jawa.
Adanya program pemerintah yang sedang gencar mengembangkan konektivitas rel kereta api menuju pelabuhan dan kawasan industri juga menjadi peluang bagi PT Kalog.

Untuk menjawab peluang tersebut, PT Kalog melakukan beberapa langkah, diantaranya : PT Kalog kini fokus pada lini bisnis jasa logistik yang berorientasi pada bisnis jasa kereta api dan mengoptimalkan bisnis bongkar muat (Lo/Lo) untuk lima tahun ke depan; Melakukan cost conscious (sadar biaya) dalam bidang-bidang pembiayaan operasi yang terkait langsung dengan capaian pendapatan perusahaan; Mengembangkan relasi bisnis, dengan tetap konsisten pada bisnis jasa angkutan KA Semen, KA Kontainer dan Lo/Lo batu bara; Memperluas jaringan lokasi Loading/Un-Loading, Terminal B/M Semen, Terminal B/M Kontainer di wilayah Pulau Jawa dan Pulau Sumatera; Memperluas jaringan layanan BHP Kurir dalam skala nasional dan global; Mengembangkan model manajemen SDM yang komprehensi yang sesuai dengan sistem bisnis perusahaan, termasuk mengembangkan career path berbasis kompetensi; Peningkatan service level perusahaan dengan mengembangkan customer care perusahaan yang responsive dan reliable; serta Pengembangan sistem teknologi informasi yang andal dan aman.

Angkutan barang dengan kereta api dan layanan logistik yang ditawarkan PT Kalog tak hanya menjadi alternatif tapi juga mendukung menjadi penyambung rantai distribusi logistik nasional. Sinergi antar pemerintah, operator angkutan barang, dan para pelaku bisnis angkutan barang tentu menjadi salah satu kunci untuk mendukung pengembangan distribusi logistik dan angkutan barang yang lebih praktis dan modern.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini