News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Peneliti KPPOD: Makassar Kuat dalam Perizinan dan Keamanan

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana proyek jalan dan jembatan Middle Ring Road yang terekam dari udara di Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulsel, Rabu (31/8). Proyek ini merupakan pembukaan jalur baru yang akan mengurai kemacetan dikota Makassar. Dengan masa pelaksanaan 900 hari kerja, proyek ini menggunakan dana APBN 2015-2018 sebesar 174 Milyar. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan, menjadi ibu kota dengan peringkat tertinggi pada sektor interaksi pemerintah daerah dengan pelaku usaha dalam indeks Tata Kelola Ekonomi Daerah (TKED).

Berdasarkan hasil survei Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah, nilai ibu kota yang lebih dikenal dengan nama Ujungpandang itu mencapai 98.07.

Kekuatan Makassar itu karena komunikasi antar pemerintahan dan masyarakat terjalin baik dengan adanya forum komunikasi, serta perihal perizinan yang mudah.

Pemerintahan juga membuat kebijakan yang mendukung pertumbuhan dunia usaha seperti aplikasi Sombere and Smart City yang berisi informasi pariwisata di Makassar.

Baca: Antasari Tagih Janji Polisi Usut Kasus Pembunuhan Nasrudin Setelah Enam Tahun Berlalu

"Makassar cukup kuat dalam perizinan dan keamanan, Kota Makasssar ingin membuat Smart City termasuk untuk penyediaan layanan perizinan," ucap Boedi Rheza, Koordinator Peneliti KPPOD pada diskusi media Tata Kelola Ekonomi Daerah 2016 di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (31/1/2017).

Prestasi Makassar juga terdapat pada sektor akses dan kepastian hukum atas lahan, dengan cepatnya waktu dan kemudahan kepengurusan sertifikat, dan mendapatkan lahan.

Kemudahan itu menuju program Gubernur Sulawesi Selatan yang ingin meningkatkan skala Makassar menjadi kota internasional.

"Gubernur Sulawesi Selatan ingin meningkat skala Makassar jadi kota internasional, mereka baru mengesankan rt rw dan ada pula penggusuran untuk lokasi usaha," papar Boedi Rheza.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini